Senin, 04 Agustus 2014

#NgemilBaca The Ocean At The end Of The Lane - Neil Gaiman

Judul : The Ocean At The end Of The Lane
Penulis : Neil Gaiman

1st impression

Jelas sekali Neil Gaiman adalah seorang  pencerita ulung. Saya bahkan tidak melewatkan sedikitpun kata dari buku ini. Tidak ada skip-skip-an seperti biasanya kalau pas kita baca novel klise, menye-menye dst.
Bener-bener compelling story, dari plotnya, karakter, setting sampai dialog-dialognya.


Experience with the book

Dan seperti yang tertulis di back cover, novel ini betul banget kalau dibilang puitis, semurni mimpi dan segetas sayap kupu-kupu. Wow, ajib banget.

Character 

Sepanjang perjalanan saya membaca buku ini, saya mendapatkan beberapa insight dan menghubung-hubungkannya dengan beberapa hal.
Seperti, Ursula Monkton itu mengingatkan saya pada wewe gombel, hantu yang ada menurut kepercayaan  orang-orang jawa.
Banyak hal unreal, ghaib yang digambarkan di novel ini seperti juga yang biasa diceritakan dalam buku-buku alam ghaib baik berbentuk primbon, novel ataupun komik di Indonesia, dalam hal ini Jawa.
Jadi kalau dipikir-pikir si Neil ini juga sudah mukasyafah ya? hehe. artinya dia dibukakan tabir rahasia yang ada di belakang material yang tampak mata ini.


Plot

Maju mundur

POV
Orang pertama

bersambung

Senin, 30 Juni 2014

Eat Play Leave

menyenangkan sekali membaca tulisan Jenny Jusuf ini
Yang pertama, karena jadi mengobati kekangenanku pada Ubud yang eksotis dan manis.
Yang kedua, karena gaya bahasanya spontan, segar, lucu dan ada bagian-bagian kontemplatif inspiratifnya tanpa kesan menggurui.
Proficiat, Jenny!

Untuk lebih lengkapnya, baca sendiri ya :)
ada cinta, main-main dan mereka yang pergi setelah singgah atau tinggal di Ubud.
Duh, jadi pengen ke Ubud lagi...
tapi seperti yang Jeny kutipkan dari orang-orang tua sana, bukan kamu yang memilih Ubud, tetapi Ubud yang memilihmu :))

Jumat, 27 Juni 2014

101 young ceo

ini buku keren  banget.
tahu nggak, aku jadi kepikiran menulis cerpen terinspirasi dari buku ini. bayangkan aku akan dapat 101 cerpen dari 1 buku ini lho...hehehe :D

pas ibuku ikutan lihat, eh emangnya ini bisa dicontoh beneran ya? (Kesuksesannya, maksudnya)
trus yang seru, ada juga kisah anaknya jokowi lho. namanya gibran :)

baca sendiri ya. seru-seru kok dan menginspirasi :)

burung lagi

 kebetulan kubaca setelah aku baca novel eka yang covernya gambar burung merem, sebagai metafora dari isi ceritanya. eh, ini berikutnya tentang burung lagi.  burung terbang dalam kelam malam, he3.
walah, halaman testimoninya buanyaaak banget.
dan mungkin justru karena testimoni sebanyak dan sebagus itu, jadi kita ketinggian harapannya akan novel ini. hiks, jadinya pas baca malah kayak kejeglek. duh, kok.  he3.

jadi bertanya-tanya, mana sih yang paling payah dari beberapa model/jenis bacaan? apakah yang kemproh atau yang picisan atau yang menye-menye. hehehe.
trus jadi kepikiran, kayaknya kalau novel yang cerita tentang novelis jadi kayak hmmm.. gimana gitu ya? memangnya gak ada yang lain yang bisa diceritain.


sepak bola wanita

aku lagi dalam antrian di pn, karena kena tilang lalu lintas, jadi deh soul match ini kubaca habis dalam sekali berdiri dalam antrian super lama dan panjang.

temanya seksi, sepakbola wanita
settingnya rio de janeiro
janitra dan kaisar-nya nempel di hati, juga  karakter2 lain tersaji dg keunikan/karakter masing2.
flavia, bukit del aimos atau apalah itu dan laguna-nya juga puncak bukitnya tergambar secara apik.
ada beberapa memorable moments.
dan yang bikin nangis itu pas lagu indonesia raya dinyanyikan bareng.
jadi tiap lagu indonesia raya dinyanyikan bareng, aku mewek lagi. hiks.

tidak seperti seperti rindu-nya eka, yang sub plotnya banyak banget, hanya ada 1subplot, kisah kaisar dan ayahnya, di samping plot utamanya janitra dan kaisar.

apalagi ya? sementara itu, ntar kalau aku ingat, aku tambahin lagi ya :D


seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas

satu kata. keren. memang eka kurniawan is an unconventional writer.
meski sekilas awal-awal pas baca novelnya, ih kok saru, ih kok jorok.
tapi memang begitu gaya yang paling tepat untuk novel ini, humor satir.
ini kecerdasan eka, membungkus kritik sosial politiknya dan ironi bangsa ini dalam sebuah cerita yang kesannya ringan.
dan yang mengejutkanku, dia ada membahas tentang jalan sunyi, tasawuf lho, sebagai pilihan rel bagi ajo kawir, karakter utamanya ini.
yang lebih mengejutkan lagi ada yang surreal di sini, ternyata si jelita itu ya si rona merah itu. hahay...

sub plotnya banyak banget, ajo, iteung, mono, dll
dan hey plot SRDHDBT itu maju mundurnya keren deh

selebihnya sila baca sendiri ya :)

Jumat, 20 Juni 2014

Celoteh tentang Perselingkuhan

Celoteh tentang Perselingkuhan

Tadi saya baca buku hadiah dari mba Dian Nafi, meski belum selesai, tapi lumayan rumit masalahnya di dalam buku tentang perselingkuhan itu. Sebagai lajang yang masih milih-milih pasangan hidup, saya agak sangsi tentang konsep keluarga bahagia. Kok ya bisa-bisanya laki-laki bisa mengiyakan ajakan perempuan yang bukan pasangan halalnya untuk gitu deh. One night stand. Glek. Padahal dituliskan bahwa tokohnya dari keluarga ningrat. 

novel mba Dian Nafi
Akhirnya saya jadi ngerti kalo sebenernya siapapun lelakinya, bisa berpotensi selingkuh. Apapun pekerjaan dia, latar belakang dia, hobi dia, dll. Sealim apapun kalo udah berhubungan dengan perempuan, laki-laki itu bisa bertekuk lutut. Udah jadi jaminan kan di Al Quran kalau memang kenapa Al Quran aja sampai menawarkan balasan bidadari bermata indah, blablabla di dalam kitab suci itu. Tentu karena memang itu yang paling disukai laki-laki. Beda lagi dengan perempuan yang memang lebih suka harta. Coba berikan pilihan pada perempuan, suruh nemenin pasangannya di rumah aja atau ke mall belanja ini itu? Pasti milih belanja :p Ya memang fitrahnya laki-laki pada perempuan, perempuan pada harta. Maka wajar jika akhirnya banyak lelaki jatuh ketika perempuannya tidak baik, dalam artian tidak bisa menahan apapun untuk bersikap biasa saja terhadap harta suaminya. Makanya sampe ada yang korupsi, ya coba tengoklah istrinya pejabat pegangannya apa aja? Kalo bukan pengusaha kok bisa sampai punya harta yang wah, padahal katanya gaji pejabat dikit ya? 

Makanya ada sebuah artikel yang saya baca di sebuah blog teman, dia bilang kalo dalam keluarganya didoktrin untuk perempuan itu yang harus jaga suaminya. Bukan suami yang jaga istri. Kenapa? Karena ketika lelakinya itu tidak baik, balik lagi liat istrinya gimana cara menjaganya. Jangan-jangan memang dijaga ala kadarnya saja. Tidak diingatkan ketika berpotensi melakukan kesalahan. Tidak dibikin bahagia selama mereka bersama. Tidak dibimbing menjadi lebih baik lagi. Tidak saling mensupport pasangan. Tidak saling mendoakan kebaikan. Ya terus buat apa bareng-bareng dong kalo ga bahagia?

Trus lagi, pernah baca juga di fb teman, kesimpulan yang saya ambil ini. Jadi tau bahwa memang cara menjaga agar suami tetap fokus pada pekerjaannya adalah dengan si istri mengerjakan segala masalahnya sendiri. Jadi wonder woman kali ya. Ntar kalo ada yang paling rumit baru ngomong. Ga setiap ada masalah diomongin, kesian suaminya kepikiran. Udah banyak pikiran di kantor ditambah diributin istrinya yang rewel dan super bawel. *eh :P 

Intinya sih, kalo perempuannya memang sudah mengambil keputusan untuk di rumah saja, maka segala urusan rumah dari yang terkecil hingga yang rumit sekali pun, dia yang menyelesaikannya. 

Kesimpulannya : bikin partner hidup itu bahagia butuh perjuangan. namanya partner berarti ada proses saling, saling membahagiakan, saling bikin ketawa, saling bikin senyumnya ceria. xD jadi ya, nak. yang masih single, coba belajar seni memahami pasangan. Hahaha. Padahal ini kelemahan saya :P ya masih ada waktu buat belajar kan, bisa dari cerita teman, buku, diskusi, dll. Sebelum akhirnya nanti saya menemukan pasangan halal saya. :P

Udah gitu aja ocehannya :)) Lagi pengen cerita aja xD
 

Senin, 16 Juni 2014

Pantai Kupu-Kupu

Seperti biasanya, aku dapat novel ini juga hasil dari barteran dengan penulisnya. Asyik kan...
Aku suka banget dengan gaya penceritaan elia bintang dalam novel ini. Karena filmis. Meskipun di beberapa bagian kesannya lambat banget. Tapi ada juga bagian  di mana dia bertutur. Sepertinya dia (pada akhirnya) menge-framenya dalam sebuah cerita yang dituturkan sang tokoh cowok, Sam, pada tokoh ceweknya. Supaya nggak kelihatan kalau bertutur. Gitu. Hehe.

ini adalah salah satu novel yang kusukai, dan jenis novel yang aku ingin tuliskan. style-nya eksistensial.

beberapa quote menarik
Pikiran satu orang menentukan kenyataan satu orang. Pikiran banyak orang menentukan dunia.
tulah kenapa kamu mencari tujuan hidupmu. Karena kebebasan tanpa tujuan adalah kemunduran.
Kamu adalah kesempatanku untuk mencintai dengan semestinya: mencintai seseorang karena siapa orang itu.
Dalam hidup ini selalu ada arus yang menyeret & merenggut, tapi ada pula arus lain yg membebaskan & membawa ke tempat baru.
Kamu bisa tulis 100 kriteria laki-laki yang kamu inginkan, tapi akan ada laki-laki yang merobek itu dan lgsg masuk ke hatimu
Siapa pun yang datang dalam hidupmu, mereka bukan pengganti yang lama. Mereka orang baru, yang bawa hal-hal baru.
Aku ingin mencintai sampai tak bisa mati, sampai napas menolak berhenti. Seperti bulan yang tak pergi dari langit pagi.
Kalo lo baca , kita punya titik temu, dan segala sesuatu yg indah, yg romantis, berawal dari satu titik temu. :)
...sekali kamu mengabaikan detail, kamu akan cenderung mengabaikan banyak hal. -

Ngemilbaca lovelocked by pia devina



Ngemilbaca lovelocked by pia devina
Aku membaca marathon dua novel romance travelling secara bersamaan. Salah satunya adalah karya pia yang keempat bertajuk love locked. Terus terang ada kejenuhan dalam diriku untuk terus-terusan membaca novel yang kesannya menye-menye, dangkal,swallow, seolah cinta-cintaan an sich. Bukan jenis novel yang ingin kubaca ataupun kutulis. Meski tulisanku juga mungkin tak lebih bagus. Tapi begitulah kali ini aku tersadar, bahwa kadang-kadang karena kita tidak ingin karya kita dibilang uopppoooh ikiii? Jadi kita juga menghindari untuk komen uopppooh ikkkiii pada karya orang lain. Padahal dengan begitu, akhirnya kita kehilangan sedikit kejujuran dan titik atau sisi kritis kita.
Jadi, meski sekilas-sekilas aku menulis di statusku, tanpa mention.  Membaca menye-menye sekali mungkin tak apa, tapi kalau all week along? Juga unek-unekku yang lain, all these non-senses, mau ke mana arahnya? Mudhof ilaih alias obyeknya tentu saja bukan Cuma novel ini, tapi juga novel-novel lainnya, bahkan juga novel dan tulisanku sendiri. Sesaat aku sadar mengapa beberap orang tua dulu bilang bahwa buku cerita, fiksi itu bullshit, omong kosong, karenanya loghow, ia juga sebuah bentuk kebohongan, tipu-tipu karena tidak sesungguhnya ada. That’s probably right, maybe.
But terus apa sebenarnya manfaat fiksi, kalau ia sepenuhnya imajinasi? Tidak berdasarkan true story atau kebenaran realita. Kalau ia fiksi fantasi, boleh jadi malah merupakan penggambaran visual tentang masa depan yang lebih baik, atau sebuah perngatan tentang masa depan yang buruk kalau kita tidak bijaksana di masa sekarang. Ia mendorong terciptanya penemuan-penemuan.
Kalau ia fiksi sejarah, berarti menceritakan sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan, berkisah.
Kalau ia fiksi travelling, berratrti menyajikan tempat-tempat destiunasi dengan cara yang lebih menarik, berkisah.
Tentulah begitu, mungkin.
Dan di balik semua itu, ada hikmah tersajikan secara perlahan. Seperti yang akhirnya kudapati di bagian akhir novel pia ini. Ternyata segala kesalahan di masa lalu yang menyakitkan dua generasi itu toh tetap harus disyukuri. Karena akhirnya melahirkan rhinea dan membawa Erika menyayangi Mario. Menjadikan mereka bertemu dan saling jatuh cinta.

Satu yang kugarisbawahi dari novel ini, karena punya relevansi erat dengan situasiku, ternyata orang tua tiripun ada yang baik. Jadi kepikiran utk mencari seorang ayah bagi anak-anakku. Hahay :D

Review Just In Love


Just In Love by Dian Nafi @ummihasfa [Lagi2 BOOKan review]

*Bayar utang dulu…
Maksudnya tulisan ini adalah sebuah payment pada hutang yang tertunda bayar pada si empunya buku. Hehehe.
Sudah hampir seminggu lebih temu wicara dengan Dian Nafi berlangsung di Buka Buka Buku. Penulis asal Demak yang SANGAT produktif ini merilis buku terbarunya. Setidaknya sampai saat ini, karena tak lama lagi buku baru lainnya akan ada di toko-toko buku di Indonesia.
Just In Love, begitu judulnya. Simpel, dan merangkum hampir semua jalan cerita yang ada di novel ini. Kisah cinta, apalagi kalau bukan itu. Sampai kapan juga tak akan pernah habis dieksploitasi, dengan sudut pandang yang berbeda. Dan masih akan tetap menarik untuk dinikmati.
Tak perlu panjang lebar cerita soal kisah cinta tokoh utamanya Kemala, yang merupakan seorang mahasiswa desain interior. Pergi dari ibu kota menuju Klaten, untuk magang di sebuah butik yang perlu panataan ulang, tak hanya pengalaman kerja yang didapat selama kurang lebih seminggu disana, tapi juga jatuh cinta dengan seorang pria bernama Yudhistira.
Kemala yang berselera tinggi dan pantang jatuh cinta dengan pria yang tak sesuai dengan kriterianya, harus takluk dengan pria yang mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu. Melawan standarnya sendiri, Kemala harus mengakui bahwa Yudhistira memang punya pesona. Sayangnya, tak hanya harga dirinya sebagai Kemala saja yang harus diatasi, tapi kehadiran sosok Vanisha menjadi penghalang antara dia dan Yudhistira. Seperti biasa, kehadiran orang ketiga dalam sebuah hubungan memang selalu jadi sesuatu yang seru. Pemicu konflik agar lebih menarik. Tapi tentu saja, semua orang tahu, kebanyakan karakter ketiga seperti ini selalu berakhir dengan status sebagai pecundang.
Meski tak selalu berjalan mulus (tapi disitulah serunya), hubungan Kemala dan Yudhistira sudah bisa dipastikan akan baik-baik saja. Mungkin beberapa orang akan menebak bahwa keduanya bisa berakhir bahagia sebagai pasangan, tapi sepertinya Dian Nafi cukup pintar untuk tak terjebak pada ending yang sudah umum. Happily-ever-after, begitulah umumnya kisah tentang putri dan pangeran. Tapi ending yang dipilih tampaknya memang seperti sebuah skrip di film-film. Terbuka untuk sekuel. Nggantung. :D
Oke, berikut adalah catatan tentang Just In Love (menurut hemat saya)
1. Pace ceritanya cukup cepat. Dalam satu babak, Dian Nafi menggunakan banyak fragmen. Dan sebagai pembaca, kita seperti sedang menonton sebuah film yang berjalan cepat dari satu adegan ke adegan lainnya.
2. Bisa dibilang gaya penulisan Dian Nafi di Just In Love tidak monoton. Dalam satu kesempatan, Dian Menggunakan gaya “Karakter A & Karakter B” kemudian “Karakter C dan Karakter D” lalu “Karakter A dan Karakter C”. Bisa jadi ini trik si penulis untuk menghindari kebuntuan dalam mengembangkan cerita. Seperti yang dia bilang, kalau kelamaan menceritakan sebuah adegan, yang ada hanya bosan. Atau bisa jadi, Dian hanya terinspirasi dari apa yang pernah dilakukan Dewi “Dee” Lestari dalam buku-bukunya, karena si Penulis sepertinya ngefans banget sama Dee. :P (btw, saya juga lebih seneng pake gaya seperti itu. Lebih simpel, lebih fokus dalam penceritaan sebuah adegan)
3. Well, kalau mau bilang ini adalah sebuah kisah cinta yang dewasa, sebenarnya tidak juga. Sudah keliatan dari pemilihan desain cover buku. Nuansa anak muda masih terasa. Jadi, ini bukan kisah cinta orang kantoran, tapi masih “bau” anak kuliahan.
4. Si penulis bilang dalam sesi interview kalau Just In Love ini dibuat dengan berbagai usaha untuk tidak terlalu dramatis dan sinetron abis, tapi sepertinya saya sedang membaca sebuah naskah yang “movie wannabe” banget. Bahkan sudah kebayang siapa yang bakal jadi Yudhistira. Jangan sampai deh Adipati Dolken yang akan berperan sebagai Yudhistira. Karena dengan rambut panjang ikalnya, sepertinya Yudhistira cocok diperankan oleh dia..hehehe.
5. Tenang saja, novel ini bukan novel yang temanya relijius banget. Walaupun sepertinya di beberapa bagian ada hawa-hawa cerita cinta relijius melalui pemilihan katanya, tapi si penulis sepertinya tidak ingin membawa Just In Love ke genre itu.
Terus terang, saya tidak bisa memberikan penilaian apakah suatu karya tulis itu bagus atau tidak. Karena bagaimanapun juga hal seperti itu relatif. Ya sih, karena sifatnya relatif, saya berhak memberikan penilaian sebagai pembaca. Tapi nggak lah, saya tidak mau bikin note berdasarkan kelebihan dan kekurangan sebuah karya. Semuanya saya serahkan ke pembaca lainnya saja.
Yang pasti, sebagai “pembunuh waktu” buku ini termasuk yang tidak akan butuh waktu lama untuk diselesaikan.
Selamat membaca!
*gambar dari Goodreads. Terima kasih

Rabu, 11 Juni 2014

(Bukan) salah waktu


Judul Buku: (Bukan) Salah Waktu
Penulis: Nastiti Denny
Penyunting: Fitria Sis Nariswari
Penerbit: Bentang Pustaka
Cet. : cet. I Des, 2014
Juml. Halaman: 248
ISBN : 978-602-7888-94-4
Keunggulan novel: PEMENANG Lomba Novel "Wanita dalam Cerita".

First Impression
Ceritanya ibu-ibu banget, maksudnya kisah rumah tangga yang sering orang alami ya. Ada cemburu, curiga. Tapi ternyata di belakang, ada rahasia-rahasia masa lalu yang akhirnya terungkap satu persatu.

Experience with the book
Aku membacanya dalam waktu dua hari. Skip-skip sih di beberapa bagian yang kelihatannya klise alias bisa kita tinggalkan, tapi tetap paham jalan ceritanya. Nastiti membuka BSW dengan apik. Dia menyajikan konflik dan problem yang umumnya menimpa wanita kita. Sesuatu yang tentu saja langsung mengena, karena relevan dan punya keterkaitan dengan pembaca. Di sinilah kita kemudian tertarik untuk terus mengikuti kelanjutan kisahnya.  Antara lain mengenai pro kontra wanita karir.  Titik inciting incident cerita adalah saat Sekar memutuskan resign dari pekerjaan dan hanya menjadi  ibu rumah tangga saja.

Character
Tokoh-tokoh diperkenalkan dengan cermat dan detail. Kita jadi tahu latar belakangnya, motivasinya, occupation-nya, pikiran dan pandangan tokoh-tokohnya serta masa lalunya dikupas pelan-pelan.
Kasihan juga si tokoh alias si istri ini (Sekar) yang ternyata anak angkat. Kita jadi empati dengan karakternya.

Plot

Maju mundur. Kita dibikin bertanya-tanya siapa yang menghubungi keduanya. Siapa yang berada di belakang semua ini. Bagaimana peristiwa-peristiwa di masa lalu yang sesungguhnya. Bagaimana mereka melewati semua ini.
Kompleksitas konflik membuatnya menarik. Dan ternyata para tokoh sekundernya saling berhubungan.
Sayangnya ada beberapa pacing agak lambat, sehingga kita jadi tergoda untuk melewatinya saja dengan cepat.

POV
Orang pertama

Main Idea/Theme
Tentang masa lalu masing-masing yang di masa kini menjadi masalah bagi pasangan

Quotes
Aku sanggup melepas duniaku demi dunia kita bersama.
Namun, ketika waktu bergulir tanpa bisa dibendung, ketika kenyataan memaksa untuk dipahami, ketika kesalahan memohon untuk dimaafkan, kurasa aku tak sanggup Sayang

Ending
Happy ending. Memang kebanyakan cerita (roman) yang disukai adalah happy ending :)

Benefits
- Semua orang punya masa lalu. Dan kita tak bisa menghakiminya begitu saja karena boleh jadi dia sendiripun tidak/belum tahu persis apa akibat dari perbuatan masa lalunya.

- Berpikir jernih dan mengambil tindakan bijaksana sangat diperlukan dalam setiap hubungan.
- Bahwa menjadi ibu rumah tangga haruslah prigel, cekatan, dan hebat.

Question
Yang jadi pertanyaan kenapa si tokoh alias si istri ini tidak mencari orang tua aslinya?
Si suami, kenapa bisa diperalat/diperkosa oleh pacarnya?


Kamis, 22 Mei 2014

#theknownworld by edward p jones

Edward p jones ini tahu2 memotong cerita,pindah bab&ganti menceritakn hal lainnya lagi,membuat kita bertanya2 apa yg sbnrnya tjd selanjutnya

Elias, celeste,grant,ellwood,this small family even more comfortable being in townsend's place than getting their own freedom

selang seling scene skiffington tgh kerja&suara di kepalanya yg tarik menarik antara keinginan berbuat dosa&iman yg menghlgi

Hal507,mulai msk klimaks.Klo pas d sini sih,karakter utamanya justru moses yg berhasrat atas kemerdekaannya sekaligus kbersamaan dg caldonia


http://t.co/CRP0kFz7dF

Rabu, 23 April 2014

Lihat Tweet @hasfapublishing: https://twitter.com/hasfapublishing/status/451704560738783233

Minggu, 20 April 2014

Simbiosa alinaa

Aku dapat dari salah satu penulisnya sungging raga, rencananya mau dikasih penulis satunya lagi pringadi, tapi pring di asean lit cuma hari sabtu. Pas minggu aku datang, dia sdh kadung ke bandung mau ketemu istri dan anaknya. Karena berbulan2 dia tinggal di lombok, maklum dines.

Eh balik ke SA.
Komen untuk cerpen2 SR, eh dia hobibanget ya nulis setting luar negeri gitu. Pdhl belum tentu dia ke sana juga lhi. He3.

Komen utk cerpen2 PA, whoaaa.. dia bikin aku jadi jatuh cinta, ingat rasanya jatuh cinta dan ingin jatuh cinta lagi.
Aku jadi pingin pergi mengunjungi malimbu, kemaro, dan cataluna.
He3.

4 bintang buat SA ya

Kamis, 27 Maret 2014

Song of Will


Senang sekali membaca sebuah novel yang tidak saja manis tapi juga penuh pelajaran kehidupan. Jalinan antar karakternya kuat, deskripsinya apik, plot dan subplot bisa berkelit kelindan sedemikian rupa sehingga rapi dan rapat.

Saya membacanya dalam waktu dua hari karena sambil mengerjakan aktifitas lain. Meskipun novel ini page turner, membuat kita ingin mengetahui kelanjutan ceritanya, tetapi kita bisa menikmati dan mengunyahnya dengan perlahan-lahan. Sembari menebak-nebak, apa sih rahasia yang disembunyikan Will ataupun Evan. Siapa sih yang sebenarnya ditaksir oleh keempat tokoh ini? Apakah akhirnya Laura akan mengakui kesalahannya? Apakah akhirnya Nana akan 'melawan' mamanya untuk menyelamatkan papanya? Apakah Evan akan bisa terus 'bersembunyi'? Apakah Will akhirnya akan sukses dalam memimpin kepanitiaan dan menggelar pensi?

Masing-masing karakter tampil unik dengan karakter, latar belakang kehidupan, motivasi dan tujuan masing-masing. Will yang bersuara bagus tapi berjarak dengan papanya.  Laura seksi yang suka gonta ganti pacar dan ingin menjadi bagian sosialita. Nana berkacamata yang ceroboh dan punya hasrat besar untuk 'menyatukan' keluarganya. Evan yang tinggi besar dan berusaha menghapus masa lalunya di jalanan dengan menjadi anak baik-baik. Yang paling menarik tentu saja bagaimana cara penulis mempertemukan mereka semua dalam adegan-adegan yang saling mendukung plot dan subplot. Tampak alamiah, real, tidak dibuat-buat, plausible.

Tema persahabatan, cinta, keluarga dan juga aktualisasi diri disajikan dengan apik. Sama sekali tidak menggurui, mengajak pembaca larut dalam ceritanya dan menimbang-nimbang. Lalu memberi ruang yang leluasa pada pembaca untuk menilai dan bukannya menghakimi. Kemudian mengambil pelajaran-pelajaran di sana sebagai inspirasi dalam berlaku dalam pergaulan dengan teman, bawahan, keluarga dan juga 'kekasih' ataupun orang yang ditaksir.

Twist-nya mengejutkan ya. Ternyata oh ternyata, yang disukai Will sesungguhnya adalah....... *spoiler alert*

Sesuai dengan judulnya, dalam novel ini berceceran lagu-lagu yang mendukung cerita. Song of Will sendiri bermakna filosofis. Bahwa semua orang memiliki nyanyian harapan. Keren ya? :)

Dari novel ini saya banyak belajar, tidak saja mengambil inti sari filosofi kehidupan, tetapi juga bagaimana menulis novel remaja yang cair mengalir tapi sekaligus bermakna dan punya kedalaman.

resensi by Dian Nafi





Selasa, 18 Maret 2014

Fritz

Terbitan de teens diva
Penulis Zahra

Tentang seorang gadis dari London yang pergi ke Jerman untuk mencari tahu asal usul dan kisah almarhum ibunya yang meninggal saat dia masih 3 tahun. Di Jerman dia bertemu Fritz yang terbyata fans ibunya.

Bentar ya, belum selesai bacanya, ntar sambung lagi

Cinta harus memiliki

Terbitan medpress
Penulis anisa romadona

Tentang seorang gadis mahasiswi komunikasi yang trauma atas kematian kakaknya. Membangun bisnis broadcasting bareng ketiga sahabatnya. Seorang sahabatnya naksir dia, tapi dia naksir teman alm kakaknya, yang ernyata justru nikah dengan jodoh pilihan orangtua.

Akhirnya dia menyadari keberadaan sahabat yang trus setia menanti cintanya. Dan happy end deh

Minggu, 16 Maret 2014

NgemilBaca LA The Detective

judul :LA The Detective
penulis : Hikaru
Penerbit : Indiva

judulnya kayak novel terjemahan, gaya tuturnya juga, settingnya luar negeri, karakternya juga.
penulisnya ditulis dalam nama alias nama jepang, di bawahnya juga versi huruf kanjinya.
ada thriller detektifnya, ada romance-nya, ada adegan kematiannya, ada persahabatan, keluarga, intrik bisnis/perusahaan, juga memasukkan yang khas novel dakwah -masuknya tokoh menjadi muslim/mualaf.
komplit deh.

Nangis 4x pas bc LATD:
pershbtn larry garry, 
persahabatan larry frank,
nikahannya larry marry stlh slg memendam cinta,
larry melawan cacat&kankernya,

tentang bullying

judul : unfriend you.
penulis : dyah rinni
penerbit : gagas


Remaja bgt, metaforis filosofis, filmis, inspiratif. Ada Katrisa si kucing bercakar kecil, Aura matahari kertas, Langit si gigi kelinci.
pacing&tempo pas, tdk terlalu cepat, tdk terlalu lambat, motivasi&backstory karakter2 direveal/kupas sdkt2&pelan2, diselipkn antara adegan2
Tema blm byk yg bhs,tdk menggurui,ada byk layers&subplots.Paper craft make this story get more the depth.Pameran, pestaseni jd set yg dukung
The biggest reversal itu pas nemu tlsn thanks, K.AA. klo reversal2 yg lain mgkn kt bs duga. All loose ends have been tied up well. Good job.
Mjd anak baru&pindah2 bs jd pglmn pribadi,tp memetik bunga&pojok derita itu mestilah hsl riset.&bunuh diri,sesuatu yg membuka mt kt,ini loh!
Endingnya lmyn puas, spt membisikkan sesuatu pd kt.yg namanya jodoh/psgn yg pas itu ya yg sekufu,tdk lbh tinggi,tdk lbh rendah, sama2, equal

Senin, 10 Maret 2014

Ngemilbaca stand by me

Aku dapat kiriman novel ini gratis, alias dapat dari barteran. Stand by me bersetting di Jepang. Menceritakan seorang gadis SMA bernama Isshiki yang putus sama Kenji, karena kenji kencan dengan usagi, cewek baru yang cantio di sekolah.

Isshiki bersahabat dengan Yumi, cewek yang memendam sepuluh tahun cintanya pada teman kecilnya, taku. Taku baru datang lagi dari Jerman.

Isshiki juga bersahabat dengan Aikawa, cowok yang trnyata kakak tiri Taku. Tapi semua orang tak tahu.

Isshiki tahunya justru saat dia mengunjungi Yamamoto yg dirawat di RSJ yg sama dengan ibu tirinyanya Taku alias ibunya Aikawa.

Taku akhirnya tidak menerima cinta Yumi, tapi isshiki juga menolak Taku. Karena dia tak mau menyakiti sahabatnya. Dan lagi dia trnyata sebenarnya naksir aikawa, yang juga sama2 memendam rasa itu.

Huh, spoiler banget ya akuh :D

Ngomong2 ini novel jepang keempat yang kukhatamkan setelah bukunya winna effendi, hapsari dam siapa tuh yang novelnya banyak banget tapi laris semua? Lupa a namanya.

Plotnya apik, cara atau gaya penceritaannya mengalir. Ada saat saat tersenyum seperti ikut merasakan jatuh cintanya si tokoh. Dst.

Senin, 10 Februari 2014

#ngemilbaca Friends Zone Forever

Aku dapat novel ini barteran dengan penulisnya, teman fesbuk lama yang sama-sama cendolers-nya pak Mayoko Aiko. Aneh ya kadang-kadang pilihan dan takdir kita. Buku-buku yang lain masih antri dibaca, tapi  novel yang barusan datang ini justru aku baca duluan. Hehe. Yang pertama, mungkin karena penulisnya friendly, berasa adik gitu, terus judulnya menggoda..haha..pasti banyak orang yang mengalami Friends Zone gitu deh. Trus halamannya sedikit dibanding yang lan-in, 170 halaman, yang menurutku justru asyik karena hmm.. kalau novel tidak sebagus perahu kertas tapi tebalnya seperahu kertas kayaknya kayak mubadzir gitu, iya nggak sih? hehe...
btw, aku baca cepat novel FZF terbitan EazyBooks lininya Medpress ini, skimming gitu cara bacanya. dan lumayan, bagus. tuturnya lugas tapi mengalir. kalau temanya kita semua tahu itu bercerita tentang apa, dua sahabat yang saling cinta tapi saling memendam perasaannya karena sudah kadung janjian untuk tidak saling jatuh cinta dan pacaran. Lalu ada orang ketiga datang, dari pihak cewek maupun cowoknya, mereka kemudian menyadari perasaan masing-masing yang sesungguhnya. kayak klise kan? tapi tetep manis. seperti editorku pernah bilang, cerita cerita klise tetap manis kok kalau developing dan eksekusinya bagus. hehe.

twist-nya untunglah ada, sedikit. ternyata cewek lain dan cowok lain itu akhirnya malah jadian juga, karena mereka tadinya ternyata juga friends zone. walaaah :DD

epilognya ditutup dengan....tiiiit.....nggak mau spoiler banyak lagi ah.
yang manis dan berusaha menjadi ada sesuatu, vivie memasukkan filsafat pinus dan senja di novel ini, sedikit sih, tapi lumayan kan daripada nggak ada. *Halagh....

Covernya manis dan keren. Berapa bintang ya? Tiga is oke :)
Kutunggu tulisan berikutnya ^_^

Minggu, 09 Februari 2014

Met Ultah Kampung Fiksi


Dear Kampung Fiksi

Aku sudah lama kenal dengan Kampung Fiksi, sejak berumah dan masih aktif di fesbuk. Setelah lebih suka bermain di twitterland, ketemu Kampung Fiksi lagi. Yang rajin banget mengadakan lomba-lomba dan event. Salut banget karena tim alias orang-orang di belakangnya tentulah kompak dan bersemangat. Dari sukarelawan dan kerja sama tulus seperti itulah sebuah komunitas akan bertumbuh dan makin berkembang.

Selamat ulang tahun ya. Terus sukses dan menginspirasi :)

salam hangat
dian nafi




Temui Aku Di Surga

Alhamdulillah...saya dapat bukunya langsung dari penulisnya. Yups betul, ceritanya kami barteran novel. Asyik kan. Itu yang sering saya lakukan bareng teman-teman penulis.

Berkisah tentang dua sahabat yang sempat bersimpang arah. Ini dia blurpnya :

Malik, si anak manja dan mantan preman itu telah insaf. Bahkan ia sempat menikmati kehidupan dalam pesantren selama beberapa tahun. Ia bertemu dengan Yudho, seorang pemuda miskin yang memberikan energi baik padanya. Mereka menjadi sahabat layaknya saudara.

Saat mereka begitu akrab, Malik menghadapi situasi berat dalam hidupnya. Ia harus rela melepas hubungan cintanya dengan Hesti, yang memilih meneruskan hafalan AlQur’annya dengan mengorbankan cintanya pada Malik. Pada saat yang sama, Malik juga sedang mempersiapkan diri menjadi calon petinggi (kepala desa) di desanya. Yudho, sahabatnya, begitu khawatir dengan keputusan Malik yang tiba-tiba bertolak ke Surabaya. Dan kekhawatiran itu terjawab dengan pulangnya Malik dalam keadaan sebagai jenazah.
Waktu berjalan, kehidupan bergulir.Yudho yang berjanji menjaga ayah ibu Malik sebagai orang tua sendiri bertemu dengan takdir yang membuatnya harus berpikir keras. Ia harus menerima amanat warga untuk meneruskan pencalonan petinggi yang dulu akan diberikan pada Malik. Walau kehidupan ekonomi dan usia mudanya seakan tak mendukung pencalonan itu, namun dengan dukungan para sesepuh desa ia memutuskan menghadapi tantangan itu demi perubahan nasib warga. Beberapa kesulitan ia temui dari pihak lawan yang tak lain adalah petinggi yang sedang menjabat, Pak Thamrin. Pak Thamrin yang tidak fair, main dukun, main ancaman kekerasan, justru menjadikan Yudho kian menunjukkan kedewasaannya serta makin dekat dengan Allah.
Takdir membuat cerita bahwaYudho pernah sekali bertemu dengan Hesti, gadis yang pernah dipuja sahabatnya itu. Dari pertemuan itu Yudho makin paham mengapa Malik begitu terpesona pada sosok Hesti yang memang berbeda dengan gadis kebanyakan seusianya.
Lalu bagaimana kelanjutan sepak terjang Yudho? Mampukan ia memenangkan pemilihan petinggi itu? Mampukan ia menguak tabir kematian Malik? Mampukah Hesti mengatasi rasa bersalah yang melandanya? Apakah ada kelanjutan kisah indah antara Yudho dengan Hesti?

**

Gaya bahasa dan gaya bertuturnya lugas dan khas. Berhubung Jepara hanya satu jam dari kota kelahiran saya, jadi saya turut membayangkan tempat juga kejadiannya. Pesan-pesannya juga disampaikan tanpa menggurui. Tentang persahabatan, tentang kehidupan, hidayah, taubat dan juga keluarga.

Selamat ya mbak Ella. Very proud of you :)













Resensi ini diikutsertakan dalam lomba resensi buku BAW dan QuantaBooks

Gado-Gado Poligami



Bismillahirrahmanirrahim

Gimana ya rasanya meresensi antologi yang di dalamnya ada tulisan sendiri juga. Ahay, pasti senang dan berbangga serta berbahagia sekali.

Buku ini berisi cerpen dan kisah-kisah tentang poligami. Dan isinya gado-gado banget. Ada yang sedih, ya iyalah pasti dipoligami akan sedih. Ada yang lucu, marah, campur aduk rasanya. Buku setebal 246 halaman ini menyajikan dua pandangan tentang poligami, pandangan berdasarkan imajinasi para penulisnya (fiksi kilat), dan realitas yang terjadi di sekitar mereka (kisah nyata) yang bisa jadi terjadi di sekitar pembaca juga.

Seperti yang saya tulis di buku ini sebenarnya juga terinspirasi dari kisah nyata. Namun demi serunya, saya tambah imajinasi di endingnya. Karena kalau di kenyataannya, aduh kasihan sekali nasib si Wartini ini, tapi di buku Gado-Gado Poligami saya tulis Wartini serupa Kartini. Dia menang di akhir cerita, berhasil memperdaya suami yang memanfaatkannya saja. *duh, spoiler. Eh tapi hanya cerita ini kan, masih banyak cerita lain yang juga seru dan sayang untuk dilewatkan :)

Blurp :
Poligami memang ema yang tak lekang dimakan jaman. Selalu ramai diperbincangkan. Mengundang kontroversi antara pro dan kontra. Menuai perdebatan antara mendukung dan menentang. Namun, betapapun riuh pembahasan mengenai poligami, para pelakunya tak surut dari waktu ke waktu, dengan berbagai alasan dan kondisi yang melatari.

Aneka kehidupan poligami mewarnai kehidupan ini. Ada yang beraroma luka dengan airmata tak berkesudahan. Ada tetes kecemburuan yang kental di dalamnya. Ada pengorbanan yang berbanding lurus dengan keikhlasan. Dan, ada pula yang bertabur senyum dengan rona bahagia.

Sebuah buku bertajuk “Gado-Gado Poligami – Antara Fiksi dan Realitas” terbitan PT Elex Media Komputindo, mengurai kisah poligami dengan menampilkan kisah nyata dan kisah fiksi. Macam gado-gado yang memuat bermacam bumbu, maka kisah-kisah ini memiliki rasa yang berlainan. Ada yang manis, asin, hingga pedas. Namun yang pasti, kesemuanya bermuara pada satu rasa, yaitu rasa yang sedap.

Selamat membaca dan menikmati sedapnya ^_^













Resensi ini diikutsertakan dalam lomba resensi buku BAW dan QuantaBooks

Jumat, 24 Januari 2014

First Reader

Hola,
Kamu mau jadi orang pertama yang membaca naskah sebelum diterbitkan? Yuk, bergabung dalam First Reader Workshop GagasMedia Group yang akan diadakan pada Februari-Maret 2014. Silakan pilih salah satu dari lima kategori First Reader di bawah ini.
1.   First Reader Buku Fiksi Remaja
•    Perempuan usia 13-19 tahun.
•    Berdomisili di Jabodetabek atau Bandung.
•    Bersedia berkumpul setiap dua minggu sekali selama Februari-Maret 2014.
•    Mengisi dan mengirimkan formulir First Reader Buku Fiksi Remaja sebelum 31 Januari 2014 pukul 17.00 WIB.
2.   First Reader Buku Nonfiksi Remaja
•    Laki-laki atau perempuan usia 13-19 tahun.
•    Berdomisili di Jabodetabek atau Bandung.
•    Bersedia berkumpul setiap dua minggu sekali selama Februari-Maret 2014.
•    Mengisi dan mengirimkan formulir First Reader Buku Nonfiksi Remaja sebelum 31 Januari 2014 pukul 17.00 WIB.
3.   First Reader Buku Fiksi Dewasa
•    Perempuan usia 20-33 tahun.
•    Berdomisili di Jabodetabek atau Bandung.
•    Bersedia berkumpul setiap dua minggu sekali selama Februari-Maret 2014.
•    Mengisi dan mengirimkan formulir First Reader Buku Fiksi Dewasa sebelum 31 Januari 2014 pukul 17.00 WIB.
4.   First Reader Buku Nonfiksi Dewasa
•    Laki-laki atau perempuan usia 20-33 tahun.
•    Berdomisili di Jabodetabek atau Bandung.
•    Bersedia berkumpul setiap dua minggu sekali selama Februari-Maret 2014.
•    Mengisi dan mengirimkan formulir First Reader Buku Nonfiksi Dewasa sebelum 31 Januari 2014 pukul 17.00 WIB.
5.   First Reader Buku Horor
•    Laki-laki atau perempuan usia bebas.
•    Berdomisili di Jabodetabek atau Bandung.
•    Suka nonton film horor.
•    Bersedia berkumpul setiap dua minggu sekali selama Februari-Maret 2014.
•    Mengisi dan mengirimkan formulir First Buku Horor sebelum 31 Januari 2014 pukul 17.00 WIB.
Bagi yang tertarik mengikuti First Reader Workshop, silakan mengunduh dan mengirimkan formulir First Reader yang telah diisi ke email lamaran@gagasmedia.net. Subjek: “kategori first reader yang dipilih”, misalnya: “First Reader Buku Horor”.
Hanya 10 orang yang memenuhi kriteria di setiap kategori yang akan dipilih. Redaksi GagasMedia Group hanya akan menghubungi pendaftar terpilih secara langsung. Tidak ada pengumuman ke publik terkait pendaftar terpilih. Pendaftar yang tidak dihubungi oleh redaksi hingga 5 Februari 2014 berarti dinyatakan tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

Senin, 06 Januari 2014

[LINK] Dian Nafi’s Book Reading Challenge 2014

Link review buku-buku Dian Nafi yang dibaca plus direview bisa dimasukkan ke kolom komentar, dengan format:

1. Nama,

2. Akun twitter,

3. Link review buku yang sudah dibaca

Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing mendapat dua buku Dian Nafi . Ada juga dua buku berttd langsung penulisnya. Jadi, bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah 

Dian Nafi’s Reading Challenge

Hai hai..ada yang baru nih.. Dian Nafi’s Reading Challenge.

Berikut buku-buku yang telah ditulis oleh Dian Nafi yang bisa kamu pilih untuk dibaca:

1. Miss Backpacker Naik Haji

2. Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

3. Mesir Suatu Waktu

4. Sarvatraesa

5. Lelaki Kutunggu Lelakumu

6. Segitiga

7. Rumah Tangga Penuh Cinta

8. Engkau Lebih Dari Bidadari
9. Anakku Terhebat
10. 101 Bisnis Online Paling Laris


Buat yang mau ikutan, syaratnya gampang:

1. Follow blog ini dan akun twitter @dnizers @diannafi2

2. Buat master post tentang reading challenge di blog masing-masing dan di akhir tahun buat juga wrap up post buku-buku yang sudah kamu baca untuk ikutan reading challenge ini

3. Di kolom komentar ini, tulis; nama, akun twitter, & link blog (master post tentang reading challenge ini/ jika tidak membuat master post boleh link blogmu saja)

4. Reading challenge ini berlaku dari Januari sampai Desember 2014

5. link review buku-buku Dian Nafi yang dibaca bisa dimasukkan ke link ini, dengan format: nama, akun twitter, link review buku yang sudah dibaca:

Link Review Buku Dian Nafi

7. Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing mendapat dua buku Dian Nafi . Ada juga dua buku berttd langsung penulisnya. Jadi, bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah


Jumat, 03 Januari 2014

Liputan Sharing Kepenulisan Di Kampus-kampus (2)




IAIN - Idea News –Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi adakan kegiatan Writing Classbersama Dian Nafi. Acara tersebut merupakan rangkaian ‘”Festifal Paripurna” dengan tema “Writing or Nothing”, bertempat di audit 2 kampus 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang, Senin (02/12).

Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa IAIN dari tiap fakultas dan puluhan siswa dari SMK, dimulai 13.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Dian menuturkan, “mantra” menulis ialah KKN (Komitmen, Konsisten, Ngotot).

“Kita harus menulis mulai dari nol, tetapi kita juga harus berkomitmen, istiqomah tiap harinya saat menulis, konsisten untuk membaca juga, banyak jalan-jalan, aktivitas sehingga kita mempunyai pengalaman untuk kita tuliskan. Ngotot berarti harus bersikeras dikarenakan halangan menulis itu sangat banyak seperti malas, capek. Kita harus selesaikan saat  menulis,” kata pengarang novel Mesir Suatu Waktu itu.

Dian menambahkan, bahwa menulis membutuhkan wawasan yang banyak. Dalam menulis juga harus menyatu antara pikiran, perasaan dan wawasan yang dimiliki harus luas.

“Menulis itu integral antara pikiran, perasaan, wawasan kita, karena itu kita harus mengasahnya, caranya yaitu dengan kita membaca dalam rangka memberi nutrisi, vitamin bagi otak kita, dengan musik dapat melatih kepekaan kita meresapi dengan rasa itu kita luapkan lewat tulisan, banyak membaca baik peristiwa, buku, film dan sesuatu yang kita dapat, puisi lahir dari konsentrasi lain dengan yang lainnya,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, tiap peserta mengutarakan motivasi-motivasi mereka dalam hal menulis hingga mereka memperhatikan satu persatu dan bergiliran menurut urutannya.

Acra tersebut juga memberikan doorprize berupa novel hasil karyanya untuk delapan penanya. Setelah itu, Lima lulusan terbaik dari karya cerpen peserta mendapatkan beasiswa menulis novel yang siap untuk diajukan ke penerbit.

[Ulfa/IDEA]
http://ideastudies.blogspot.com/2013/12/dian-nafi-mantra-menulis-itu-kkn.html