Sabtu, 24 Agustus 2013

Resensi Fleur

RESENSI NOVEL Oleh Dian Nafi

Judul      : Fleur
Penulis   : Fenny Wong
Genre    :  Fantasy Romance
Penerbit : Diva Press
Hlm       : 322
Cetakan : II Agustus 2012

Judul Fluer sangat menarik bukan. Semua orang pasti menengok dan bertanya – tanya apa arti kata ini. Dan selanjutnya membangkitkan rasa ingin tahunya, bercerita tentang apakah buku ini. Judul Fleur sendiri ternyata tidak sekali ini digunakan. Ada novel dengan judul yang sama, milik Rana Wijaya Soemadi, yang tentu saja ceritanya sangat lain dengan Fleur yang ini.
Penulis melukiskan setting – setting novel ini dengan hidup, baik dalam versi dongeng maupun kehidupan nyata berlatar Eropa. Cara Fenny Wong menggambarkan dengan detail bukit berbunga tempat tinggal Fermio dan Belidis sangat indah. Demikian juga setting Victoria-nya terasa hidup.
Nama karakter – karakternya juga khas. Kisah cinta Belidis dan Fermio di masa lalu seakan terlahir kembali ke dunia dengan pemeran baru bernama Florence dan George, yang tidak lain adalah adik-kakak. Sosok Helras – putra dewa matahari, terkuat dari yang terkuat - yang kejam juga terlahir kembali dalam sosok Alford Cormwell. Untaian takdir kehidupan Florence Ackerley, George (kakak angkatnya) dan Alford (tunangannya) ternyata   ditentukan kehidupannya di masa lalu. Keegoisan, cemburu, cinta terlarang dan saling silang kepentingan membuat kutukan saling berbenturan. Hingga tetap sama sampai kehidupan yang keberapapun. Alur yang berselang seling antara cerita dongeng dan kehidupan nyata-nya membuat novel ini berirama dan membuai pembacanya hingga halaman terakhir. 
Membincang novel ini, maka perlu disebut juga penerbitnya yaitu Diva Press. Salut kepada penerbit yang menerbitkan banyak sekali novel setiap bulannya. Dan rajin mengadakan pameran di mana – mana. Sehingga harga novel – novelnya menjadi sangat terjangkau. Contohnya novel Fleur setebal 322 halaman ini saya dapatkan dengan harga hanya dua puluh lima ribu rupiah. Worth it, kan?
Benar seperti yang penerbit DivaPress bilang dalam propagandanya mengenai novel ini. Fleur  memadukan latar Victorian dengan bumbu dongeng ala peri, menawarkan kecapan fantasi yang segar pada romansa penuh lika-liku.

Walau hingga kehidupan yang keberapapun kalian saling mencintai, hingga kehidupan yang keberapapun juga aku akan mengalahkanmu, merebutnya darimu! Hingga kehidupan yang keberapapun, kenyataan akan tetap sama, kau takkan pernah bisa bersatu dengan Belidis. Akulah yang akan berakhir mendapatkan dirinya.
Demikian  petikan novel yang ditulis di cover depannya yang manis. Bernuansa coklat tanah dengan gambar ranting kering di sudut atas kanannya (mengingatkanku akan angle favorit yang dosen tekpres-ku dulu ajarkan saat – saat kami hunting foto-foto) Dan sebuah buku kuno di tengah cover di bawah judul Fleur dengan tipografi yang pas banget kurasa. Buku inilah kunci novel ini, di mana tale (dongeng) dan life (cerita kehidupan) itu saling terkait, sebangun.

Resensi DE LIEFDE

Judul : De liefde
Penulis: Afifah Afra
Penerbit: Indiva
Peresensi : Dian Nafi

De Liefde 

Ini roman detektif. De liefde artinya cinta. Dan seperti cinta itu sendiri, novel ini mengisahkan percintaan yang berliku , rumit, penuh kejutan dengan  gaya penceritaan yang demikian pula.
Merupakan kelanjutan novel de winst, yang ini lebih mengesankan. Karena ada banyak  cerita cinta yang berlibet, berpadu dengan kisah perjuangan para nasionalis ketika itu-1930 an- dan kuatnya alur detektif dalam memecahkan beberapa rahasia yang tersimpan berpuluh tahun sebelumnya. 

Dikisahkan dalam dua POV, sudut pandang aku dalam hal ini Sekar Prembayoen. Dan sudut pandang orang ketiga, si Kareen noni belanda-seorang advocate yang menikah dengan inlander ningrat – Rangga Puruhita- pejuang yang dibuang ke Digoel di kisah sebelumnya. 

Oleh karenanya ‘memoir  sekar prembajoen’ menjadi tagline judul di cover depan beserta gambar puri de Liefde yang menjadi tempat tinggal Sekar selama menjadi tahanan di Belanda. Puri de Liefde sendiri sebenarnyua adalah sebuah palace, kediaman Sophie putri dari anggota parlemen Belanda- Joseph Reynierse. Dengan pengaruh KGPH Suryanegara-ayah Sekar-terhadap pemerintahan Hindia Belanda, Sekar mendapat privilege ini meski ia seorang tahanan karena dianggap makar. Ia berada dalam perlindungan Garendi/Grandy yang adalah sepupu Rangga-pria yang dulu dijodohkan dengan Sekar (tetapi menikah dengan Kareen karena Sekar menolaknya. Meski Sekar kemudian menyesal dan selalu teringat Rangga. Gadis ini sebenarnya naksir Jatmiko, tetapi pemuda pergerakan yang juga dibuang ke pengasingan itu berangsur ia lupakan sejak ia lebih kenal dan mengetahui siapa Rangga yang sebenarnya) 

Uniknya novel ini, penceritaannya berselang-seling antara berbagai peristiwa seperti keping – keping puzzle yang terpisah, namun kemudian kita bisa mendapatkan kepingan utuhnya setelah membaca mereka satu persatu. Tokoh yang banyak, dengan berbagai cerita yang bertumpang tindih, diceritakan sedemikian rupa sehingga menggugah kepenasaran kita. Tak bisa kita tebak bagaimana alurnya dan kita menduga-duga sehingga kemudian terjawab setelah beberap keping itu kita hubung-hubungkan. Mind mapping banget deh :) 

Sophie Reynierse menemukan seorang jawa yang sedang hamil di tengah jalan bersalju. Perempuan bangsawan yang berprofesi sebagai wartawan majalah wanita the woman tribune ini membawa pulang Roesmini. Si perempuan malang yang melarikan diri dari sebuah desa tempat ia dibawa seorang tukang kebun di Puri de Lente-sebuah rumah pelacuran- untuk dinikahi. Roesmini memilih lari dengan tukang kebun ini karena sudah tidak kuat lagi dijual dan dipekerjakan sebagai pelacur oleh Daalen Van de Brand – ‘ayah’nya sendiri. Tapi bukan tukang kebun itu ayah dari jabang bayinya, karena yang menghamilinya sebenarnya adalah Joseph Reynierse yang kala itu sebenarnya datang ke de Lente mengantar seorang temannya. Tetapi disodori Roesmini oleh sang mucikari. 

Sementara itu di Hindia Belanda (Indonesia), Kareen dimintai tolong seorang wanita gila bernama Rinna van De Brand. Ia ingin membawa kembali anaknya (Roesmini) yang dijadikan pelacur oleh ‘ayah’nya sendiri. Rinnah dulunya seorang penari tayub yang dibawa pulang Daalen ke Bandung untuk dinikahi. Tetapi  dalam keadaan pingsan ia diperkosa oleh Richard van De Brand-adik Daalen sendiri- di hadapan Daalen yang pecandu opium. Karena Richard hendak membalas dendamnya pada Daalen, sang kakak yang meski tidak secermerlang dirinya tetapi mendapat perhatian lebih dari kedua orangtua, orang-orang dan juga gadis-gadis karena Daalen lebih perlente dan gaul. Namun tampaknya kemudian Daalen yang ganti membalas dendam dengan menjadikan Roesmini-darah daging dari Richard dan Rinnah- sebagai pelacur.
Kareen yang hampir berhasil mengungkap ini beserta Rinnah dan adik Rinnah, disingkirkan oleh Richard. Untunglah Kareen dan Rinnah selamat. Kareen dibawa dukun Ki Slamet, hendak dijadikan budak nafsunya namun berhasil diselamatkan Joedhistira-anak Ki Slamet sendiri. Rinnah dirawat oleh Wak Kasan-kakak Ki Slamet. 

Joedhistira yang seorang pimpinan pejuang Hindia Belanda (Indonesia) menyelamatkan Kareen berkali-kali melalui berbagai petualangan yang sangat mendebarkan. Sehingga Joedhistira menaruh hati kepada noni ini, demikian pula sebaliknya. Meskipun begitu Kareen sadar bahwa ia punya Rangga sehingga ia selalu menjaga diri dengan baik.
Di Belanda, Roesmini  keluar dari de Liefde di malam ulang tahun Sophie. Ia melihat ternyata ayah Sophie-perempuan yang menolongnya itu- adalah Joseph. Namun dalam pelariannya, ia berhasil ditangkap dedengkot Daalen dan di bawa kembali ke De Lente. 

Segala sesuatunya mulai terkuak.  Kenyataan bahwa Joseph adalah pria yang menghamili Roesmini membuat Sophie sock. Juga Gerandi yang berpaling hati dari Sophie ke Sekar, tetapi Sekar menjadi jijik karena ambisi Gerandi menjadi presiden Indonesia jika perjuangannya menjatuhkan penjajah Belanda atas bantuan Jerman berhasil . 

Bagusnya, novel ini menyiratkan berbagai hikmah dalam kehidupan. Memaparkan sejarah perjuangan dan juga tradisi, antara lain kebiasaan dan pandangan hidup ala keraton dan seputaran itu. Juga dakwah tentang bagaimana melaksanakan Islam dalam kehidupan yang seharusnya, bagaimana kepasrahan dan juga pencarian spiritual menjadi selipan-selipan yang menggugah semangat keberagamaan kita. Menularkan semangat perjuangan dan nasionalisme. Juga betapa gigihnya perjuangan wanita, melintasi batas gender yang selama ini ada . So woman lah pokoknya.  



Joseph bermaksud memboyong Roesmini dan anak yang dilahirkannya. Tetapi ia dibunuh oleh rivalnya di parlemen yang ingin menjadi perdana menteri dan menjadikan skandal ini sebagai alibi.
Ketika Sophie pergi  ke De Lente dan mendapati Daalen van De Brand hampir mati ditembak Hendrik-si tukang kebun yang datang untuk menyelamatkan Roesmini- Daalen mengungkapkan yang sebenarnya bahwa Richardlah ayah Roesmini. 


Di Hindia Belanda, Kareen kembali ditangkap saat diselundupkan oleh Judhistira kembali ke Surakarta. Ia akan dibuang ke Suriname, namun Judhistira berhasil menyamar jadi awak kapal dan kembali menyelamatkan Kareen untuk kesekian kalinya. Mereka berhasil kabur dan disangka mati dalam pemberontakan di kapal yang dilakukan oleh para awak kapal pribumi. 

Pasti ini bersambung karena ini tetralogi..jadi ada dua novel lagi yang akan terbit. Tak sabar ingin tahu kelanjutan ceritanya. Settingnya detail, karakter tokohnya yang kuat, juga cara penceritaan yang menarik seperti melihat film ketika membaca novelnya. Keren!

Resensi De winst

Judul : De winst
Penulis: Afifah Afra
Penerbit : Indiva
Peresensi : Dian Nafi

De  winst
Novel bersetting tahun 1930-an di kota Solo. 

Rangga, seorang inlander yang baru saja menyelesaikan studi di belanda berkenalan dengan Kareen , seorang noni belanda, di kapal selama perjalanan pulang ke Indonesia. Keduanya saling jatuh cinta dan bertukar cindera mata.
Sayangnya, Rangga telah dijodohkan dengan Sekar Pembayun, sepupunya sendiri . Tapi ada seorang pemuda bernama Kresna yang mengaku sebagai kekasihnya di suatu saat bertemu Rangga. Sekar juga menolak perjodohan itu karena sebenarnya ia telah memiliki tambatan hati bernama Jatmiko. Seorang pemuda aktifis pergerakan yang kharismatik. 

Digadang – gadang oleh ayahandanya- KGPH Suryanegara- agar bisa memperjuangkan hak buruh, Rangga menjadi salah satu pegawai pabrik gula De Winst. Tak disangka-sangka, salah seorang pejabat baru di pabrik itu adalah suami Kareen- Jan yang arogan. Perempuan itu terpaksa menikah karena ayahnya terjerat hutang dengan ayah Jan. 

De Winst dan Jan mengalami kesulitan ketika datang seorang Pratiwi yang menuntut sewa tanah pabrik sebesar 10 x lipat dari harga sewa sekarang yang belum pernah naik sejak berpuluh tahun lalu. Pratiwi mungil dan muda itu tampaknya memperoleh keberanian yang diajarkan oleh Sekar, Jatmiko dan Kresna. 

Sementara itu Kareen yang tetap perawan meski sudah menikah, berusaha mendekati Rangga kembali. Tetapi Rangga yang berprinsip tak akan mengganggu istri orang, menampiknya terang-terangan. Kecewa oleh penolakan Rangga, Kareen mengalihkan perhatiannya kepada Kresna, seorang pemuda yang simpatik dan berapi-api semangat nasionalisme-nya.  

Jan yang tidak mendapat kehangatan dari Kareen, lari ke pelukan seorang gundik bernama Partini. Yang ternyata adalah kakak dari Pratiwi, gadis yang melawan Jan dan De Winst. Jan sempat melihatnya dan terpancing birahi sekaligus dendamnya. Di pagi yang naas itu, ketika Pratiwi mengendarai kereta angin menuju tempatnya mengajar bersama Kresna, Jan berhasil memperkosa dan nyaris membunuhnya.  

Padahal ayah Partini  berpesan agar Pratiwi seharusnya dijaga agar tetap perawan ketika tiba waktunya ia bertemu dengan ayah kandungnya, Seorang ningrat yang menanam benihnya pada ibu Partini dan Pratiwi  tanpa pernikahan. Gara-gara si ningrat itu melihat ibu Partini-Darwati namanya- ngangsu air di pancuran…..oalah…nih lho nih lho.. lelaki memang begitu itu :D 

Siapakah ningrat bejat itu? siapa lagi kalau bukan KGPH Suryanegara, ayah Rangga.
Untungnya Kareen menemukan Pratiwi yang sekarat dan berhasil membawanya ke rumah sakit. Meski Pratiwi koma dalam waktu yang sangat lama. Dan ketika ia sadar, ia tak mau memaafkan KGPH Suryanegara yang datang ke sana atas pemberitahuan Rangga.   

Jatmiko yang vocal akhirnya ditangkap Belanda. Sekar yang menjadi kolumnis terbitan Belanda menggunakan nama pena sebagai samarannya, semakin berani menyuarakan kebenaran. Sehingga akhirnya ketahuan dan ia juga ditangkap. Pada saat – saat buruk seperti itu Rangga menjadi lebih dekat dengan Sekar dan tumbuhlah benih kasih di antara mereka. Rangga menanyakan hubungan Sekar dengan Jatmiko dan Kresna, apakah ada cinta segitiga? Apakah Kresna don juan karena juga dekat dengan Kareen? Lalu terungkaplah fakta bahwa sebenarnya Kresna adalah Sekar yang menyamar menjadi pria agar ia bisa leluasa bergerak keluar rumah. Meski benih itu tumbuh, kiranya Sekar lebih cenderung kepada Jatmiko. Mereka sama-sama dilempar ke pembuangan. 

Rangga pun akhirnya ditangkap Belanda karena ia dianggap memimpin sebuah perlawanan baru. Ia membuka pabrik baru dan sebagian besar buruh pabrik de Winst pindah ke sana. Kareen yang seorang advocate memperjuangkan kebebasan Rangga meski tak berhasil . beberapa hari sebelum pembuangan Rangga ke tempat terpencil, mereka berdua akhirnya menikah -Kareen memeluk agama Rangga. 


Kamis, 22 Agustus 2013

Arisan Buku

Alhamdulilah, akhirnya Klub Buku Fadholist terpilih di @ArisanBuku ala @GagasMedia dan @Bukune :D
Berikut link beritanya yang dicopas langsung dari website Bukune dan GagasMedia :
Sesuai janji, kami akan mengumumkan Klub Buku yang dipilih untuk mengikuti Arisan Buku untuk Periode I (September 2013). Antusiasme yang cukup baik membuat kami harus mempertimbangkan untuk menambah kuota Klub Buku yang dipilih, dari 20 Klub Buku menjadi 24 Klub Buku. Kami mengucapkan selamat bergabung di Arisan Buku untuk 24 Klub Buku di bawah ini:
1.         Akb 305 – Bandung - http://akb305.blogspot.com/2013/08/foto.html - 5 orang – koordinator: @fialva27
2.         Kokuca – Bandung - http://diahprita.blogspot.com/2013/08/the-legend-of-kokuca.html -  6 orang  - koordinator: @DiahPrita
3.         Athome Book Club – Banjarbaru -http://floriayasmin.blogspot.com/2013/08/arisanbuku-athome-book-club.html - 4 orang – koordinator: @myfloya
4.         Kedebuk – Bogor - http://dunianakremaja.blogspot.com/p/kedebuks-profile.html - 4 orang – koordinator: @dininurainii
5.         Orion Club – Bogor - http://rivallova.blogspot.com/2013/08/selasa-2oo813.html - 5 orang – koordinator: @JennyThaliaF
6.         Sindikat Baca – Bojonegoro - http://www.sindikatbaca.com/ - 8 orang – koordinator: @vastanti
7.         FADHOLIST – Demak -http://readingwritingsociety.blogspot.com/p/kub.html -  8 orang –  koordinator: @ummihasfa
8.         Buddhist Teenagers Book Lovers – Jakarta – BuddhistTeenagerBookLovers.blogspot.com dan Connected-by-a-rainbow.blogspot.com -  5 orang – koordinator: @FlorenciaaLiem
9.         Newbiebook – Jakarta -http://rahmawatieka.wordpress.com/2013/08/19/klub-newbiebook/ - 4 orang – koordinator: @NetyaPutri
10.     Reight Book Club – Jakarta -http://reightbookclub.wordpress.com/2013/07/ - 8 orang – koordinator: @yuska77
11.     IYAGI Fiction Club (IFC) – Kendari -http://taleaddict.blogspot.com/p/blog-page_19.html - 6 orang – koordinator: @kimkkomaya
12.     Komunitas Lego-Lego – Makassar -http://faisaloddang.tumblr.com/post/58661518031/komunitas-lego-lego - 8 orang – koordinator: @sajakimut
13.     Booklicious                – Malang -http://madresahcahaya.wordpress.com/2013/08/20/booklicious-buku-dan-kelezatan-di-setiap-lembarnya/ - 6 orang – koordinator: @muhrasyidridho
14.     Klub Buku Regional Medan – Medan -http://klubbukumedan.blogspot.com/2013/08/profil-klub-buku-medan.html - 6 orang – koordinator: @ferryjr
15.     Klub Buku Smanda – Metro Lampung -http://luckty.wordpress.com/2013/08/20/klub-buku-smanda/ - 8 orang – koordinator: @lucktygs
16.     Belapan – Palembang -http://shin0fushi.blogspot.com/2013/08/belapan.html - 8 orang – koordinator: @bimorafandha
17.     Oemah Boekoe Emak – Semarang - http://resensibuku-uniek.blogspot.com/p/klub-buku.html - 8 orang – koordinator: @UniekTweety
18.     OYB (Owesome-Young-Bookworm) – Semaranghttp://putrimangkok.blogspot.com/2013/08/oyb-owesome-young-bookworm.html - 5 orang  - koordinator: @Ayuaara
19.     Blossoms – Solo - http://orybooks.blogspot.com/2013/08/yeay-klub-buku.html - 4 orang – koordinator: @alvina13
20.     Rename – Subang - http://pidabcdef.blogspot.com/2013/08/rename.html- 8 orang – koordinator: @pidapodopida
21.     Klub Buku Sukabumi – Sukabumi -http://adhaindriaa.blogspot.com/2013/08/arisanbuku-klubbukusmi.html - 8 orang – @mbbeeekkk
22.      Klub Buku Viridis Surabaya                – Surabaya -http://miftailmi.blogspot.com/2013/08/viridis-arisanbuku.html#links – 5 orang – koordinator: @icalbhima
23.     BBI SURABAYA  – Surabaya -http://lemarihobbybuku.blogspot.com/2012/10/how-i-meet-my-bebi.html - 6 orang – koordinator: @HobbyBuku
24.     Milana – Tegal - http://ilarizky.blogspot.com/2013/08/klub-buku-milana.html - 4 orang – koordinator: @ila_rizky
Untuk teman-teman yang Klub Bukunya belum terpilih, bisa mencoba Arisan Buku untuk Arisan Buku periode berikutnya. GagasMedia dan Bukune juga masih memiliki program-program lain yang tidak kalah seru untuk para pecinta buku.
Selamat ber-Klub Buku!!!
XOXO

Senin, 19 Agustus 2013

Klub Buku Fadholist

Klub buku yang kami beri nama FADHOLIST ini terdiri dari 8 orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Kami sama-sama suka membaca dan berkomitmen untuk melakukan pertemuan minimal sebulan sekali untuk membahas satu buku

Berikut anggota klub buku kami  ;)

1. Dian Nafi
Penulis Mesir Suatu Waktu
3. Nur Aula Muflihah http://aulamuflihah.wordpress.com/
Penikmat Buku, Pengelola PAUD dan Pesantren
4. Afida Balqis http://afidabalqis.wordpress.com/
Mahasiswi Psikologi Unissula
5. Zaki Mubarok http://zakiimubarok.wordpress.com/
Guru SDIT
6. Ahmad Salmanun Najih http://salmanunnajih.wordpress.com/
Guru Madrasah Aliyah, Enterpreneur
7. Farid Ubaidillah Uzair http://faridubaidillah.wordpress.com/
Mahasiswa IKIP PGRI, Kameramen/Video Shooting Owner
8. Niama Akmalia http://niamaakmalia.wordpress.com/
Mahasiswi Fisika UNNES





Selasa, 13 Agustus 2013

JANGAN BERHENTI SEBELUM MATI

Resensi Buku 12 Menit
JANGAN BERHENTI SEBELUM MATI
By Dian Nafi

Yang menyentuh hati saya saat pertama kali memegang buku ini adalah untaian kalimat tulisan tangan penulisnya yang ditulis khusus untuk saya. For one of the strongest mom alive,  the world goes around because of strong moms like you. Belum-belum saya sudah menangis duluan.
Saat kemudian saya membaca keseluruhan novel dan tak henti-hentinya menangis, saya tahu bahwa kekuatan novel ini adalah kepekaan emosi penulisnya, Oka Aurora. Kepekaan itulah yang membuatnya menuliskan sebegitu detail dan kuat penokohan, setting maupun plotnya. Banyak kalimatnya juga begitu indah dan menyentuh. Yang menjadikannya komplit adalah buku ini tidak saja menggugah emosi terdalam kita, tetapi juga mencerahkan dan menginspirasi. Bahwa jika kita berpikir menang, maka kita akan menang.
Kalau diharuskan memilih bagian favorit dari buku ini, agak susah ya. Karena hampir semua bagiannya bagus.
Covernya manis. Dengan berbagai elemennya menggambarkan tiga tokoh utama di dalamnya. Elaine si anak pindahan dari Jakarta dengan topi mayorette-nya (istilah yang lebih umum dikenal bagi field commander). Tara yang kurang pendengaran dengan stick drumnya. Lahang si anak Dayak dengan aksesoris Color guards-nya.
Cara tutur Oka menjadikan novel ini seperti film sejak mula. Mungkin karena Oka berangkat dari karirnya sebagai seorang penulis skenario. Pembaca dibuat mengalir bersama ceritanya. Menikmati adegan-adegan dan settingnya yang hidup.
Saya menandai beberapa quote yang ada di banyak tempat. Seperti pesan ayahnya Lahang yang pemuka Dayak pada anak tunggalnya: Jika kamu ingin tahu seberapa tinggi kamu bisa terbang, terbanglah.
Cara Oka menyampaikan pesan ini dengan menjadikan burung elang sebagai majas, sejak dari awal sampai akhir ketika sang ayah akhirnya meninggal, menjadikannya bukan sekedar tempelan. Tetapi sebuah cerita menyeluruh yang dirancang dengan baik.
Pun demikian dengan gimmick-gimmick lain macam stick drum milik Tara dan kaos tangan milik Elaine. Semua bagian dalam cerita ini ada dengan sebuah skenario, kesengajaan. Tetapi dikelupas satu persatu secara perlahan dan alasan yang kuat. Termasuk hubungan Rene, sang pelatih dengan Bimo, sang manajer yang ternyata punya masa lalu bersama.
Yang juga menjadikan membaca buku ini begitu mengharu biru seperti warna covernya adalah kematian. Kematian ayah Tara dalam kecelakaan. Menjadikan saya begitu terhubung. Karena menggugah kembali pedih saat kematian dalam kecelakaan yang merenggut ayah dari anak-anak saya. Kematian ayahnya Lahang tanpa kehadirannya di sisi sang ayah, persis seperti saya juga tidak berada di sisi suami saat beliau meregang nyawa karena meninggal seketika.
Tetapi kami semua, pembaca yang pernah kehilangan, pastilah tergugah dengan pesan Oka yang dia titipkan lewat kalimat ayahnya Lahang pada anak lelakinya itu: Berdamailah dengan takdir. Karena dengan cara itu kau bisa melanjutkan hidup (halaman 296)
Kalau boleh saya ingin melihat dari sudut pandang lain, di samping bahwa buku ini benar mengajarkan dreaming is believing seperti yang penulis dan penerbitnya ‘branding’kan. Kematian orang-orang terdekat kita seringkali  diikuti dengan trauma, rasa bersalah, lemas, jiwa kita yang turut mati bersama kematiannya, kehilangan daya dan semangat melanjutkan kehidupan. Kisah Tara dan Lahang terutama, juga kisah flash back Bimo yang sempat diulas sedikit di bagian belakang, mengandung hikmah yang patut kita petik. Kematian itu pasti terjadi. Bagi yang hidup, yang ditinggalkan, teruslah move on. Bergerak. Berbuat. Berkarya. Berprestasi. Jangan jadikan kesedihan, trauma maupun rasa bersalah itu sebagai penghalang untuk terus terbang.
Tak sabar rasanya untuk bisa segera menonton versi film-nya. Novel dan film 12 menit bisa menjadi bacaan dan tontonan yang menggugah dan menginspirasi pembaca dan penonton dari segala usia.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE3HvjRMAPKB3fk7UkQcjHAL90miTyo7uEoyQhZ29vw8dxL8rcRzoRtueuYPFf2A1rdcrgygeevJsFH2XnGc7VgL8ZXlSWW7JUIXUVm-Ebn9L6PccKIoqwaQn02SX3tsjimuIhoNo15Mc3/s320/12+Menit.JPG

Judul                          : 12 Menit
Penulis                        : Oka Aurora
Penerbit                      : Noura Books
Cetakan                      : I, Mei 2013
Jumlah Halaman          : 343 halaman



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Resensi Novel 12 Menit 

Selasa, 07 Mei 2013

CERITA CINTA KOTA


CERITA CINTA KOTA -








Penulis        : Dwitasari, Dian Nafi dkk
Tebal          : x + 241 hlm
Penerbit     : PlotPoint 
ISBN          : 9786029481273
Harga         : Rp 44.000

Cinta, dia tak pernah mengenal dan memilih tempat untuk membuat dua hati bertaut.
Dan, Omnibook ini membuktikan kalimatku di atas, “Cerita Cinta Kota” selalu ada cinta dimanapun kita berada. Oohh…yeaaah!!!!
Omnibook berwarna orange ini langsung membangunkan kenangan-kenanganku lewat gambar-gambarnya. Yang paling membuatku mampu menatap beberapa menit cover ini adalah gambar hartop atau Jip, yah aku langsung teringat ceritaku di Bromo, dan gambar Gedung Lawang Sewu, tentu aku teringat Semarang, kota yang baru saja aku singgahi, kota yang cukup keren dengan bangunan-bangunan tua yang memikatku. Dan gambar lainnya, aku tak terlalu memiliki kenangan dengan gambar lainnya.
Cerita cinta kota memiliki cerita-cerita yang nggak cuma cocok dibaca para remaja, dibaca usia matang sekalipun tetap enak, karena ada beberapa cerita bentuk metropopnya juga. Cerita cintanya pun penuh kejutan dan tak memulu membahas manisnya cinta, tapi juga menyajikan nasihat-nasihat yang menyentil, pengalaman hidup yang mampu membuat kita belajar, dan ada beberapa juga yang memiliki ending yang membuatku terejut.
Satu kata untuk omnibook ini “UNIK”.
Dalam omnibook ini terdiri dari 11 cerpen dan semuanya tentu terinspirasi dari kota-kota yang ada di Indonesia. Sebelas cerpen ini berjudul Kopi Cinta Grebe Besar (Dian Nafi), Amanat Perjuangan Ranti (Dita Hersiyanti), Memoar Senja (Fakhrisina Amalia Rovieq), Bromo yang Menghantarkan Hatiku (Ismaya Novita Rusady), Petik Pertama pada Rintik Pertama (Mario MPS), Cinta Keranjang Apel (Nita Aprilia), Sebelum TransJakarta Berlalu (Noury), Pintu 1001 (Rizky Suryana Siregar), Cintaku Datang Lewat Omed-omedan (Rina Wijaya), Matahari di Kota Matahari (Widya Az Zahra) dan terakhir Sepatu(Dwita Sari).
Di setiap cerita selalu ada kelebihan dan kekuranganya masih-masing, seperti pada cerita yang pertama, Kopi Cinta Grebek Besar oleh Dian Nafi. Cinta yang dituturkan sangat sederhana, namun penggambaran tradisi dan suasana Grebek Besarnya yang aku suka, detail sekali, keren, mantap, dan kalimat pembukanya bikin aku mengerutkan dahi, “SITI BAKILAH”.
Kemudian, Amanat Perjuangan Ranti (Dita Hersiyanti). Tema persahabatan yang kemudian jatuh cinta, kisah klasik, nggak papa, karena dia bisa mengakhiri ceritanya sangat manis, sampai-sampai bikin aku tersenyum dan merinding. Oh, ya ada satu quote mantep disini.
“Makanya Tuhan menciptakan mulut, agar manusia dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, dan apa isi hatinya kepada orang yang dituju, agar orang itu mengeti apa yang kita pikirkan selama ini.” (Amanat Perjuangan Ranti, hal 43)
Memoar Senja (Fakhrisina Amalia Rovieq). Nah, cerita yang ini, dua orang yang bertitle sahabat, kemudian saling jatuh cinta, tapi memilih diam. Kemudian, saat semua terucapkan, maut malah mengambil salah satu dari mereka. Sampai disini biasa aja ya?! Tapi, Endingnya. Endingnya, bro! Penulis dengan cantiknya memoles endingnya dengan diskripsi-diskripsi yang bikin penasaran, dan pembaca disuruh menebak sendiri apa yang terjadi dengan tokohnya. Good Job, Girl!
Sepatu (Dwita Sari). Udah deh kalau ini, penulisnya aja udah melalang buana sama buku-bukunya, jadi wajar kalau ceritanya matang banget. Yang jelas, aku suka dengan karakter tokoh cowoknya, Dareen. Di sini, penulis bisa menjabarkan pesan yang ingin disampaikan lewat tokoh-tokohnya dengan manis. Yap, aku lebih memilih menyebut cerpen satu ini “Cerpen inspiratif”, cerpen yang awalnya tak aku tahu maksud penulis menuturkannya, tapi saat “sepatu” itu dibahas, langsung membuatku terhenyak. Hah…benar! Sepatu jelek apa artinya, nggak ada kecuali diganti baru karena nggak keren. Tapi, setelah itu aku mengangguk, mengiyakan setiap pesan yang disampaikan Mbak Dwita Sari.
“Sepatu mencerminkan kegigihan seseorang dalam melangkah. Sepatu yang hampir rusak melambangkan bahwa pemiliknya berjuang dengan gigih dalam setiap langkahnya.” (Sepatu, hal 80)
Kalau bahas Cinta Keranjang Apel (Nita Aprilia), aku lebih mengapresiasi bagian pembuka cerita dan kenikmatan melahap setiap ceritanya, benar-benar ringan walau ada beberapa bagian yang dipaksakan.
Cintaku Datang Lewat Omed-omedan (Rina Wijaya). Cerita ini, cerita yang berlokasi di Bali, menggambarkan salah satu tradisi di sana. Tradisi ciuman, huuuaaaaooooo!!!! Dan ceritanya cukup mengalir, walaupun sangat mudah ditebak.
Matahari di Kota Matahari (Widya Az Zahra). Di cerita ini tokohnya itu lho, si Starla, gimana ya? Kayaknya agak sulit ditemui situasi yang ada padanya, nggak sekolah dan selalu jadi buntut ayahnya. Juga sikap sang ayah yang kayaknya perlu ke psikiater, deh. Hahaha becanda, deh! Tapi, aneh, sesayang-sayangnya, dan senggak mau kehilangannya, harusnya sang ayah bisa mikir apa yang baik buat anaknya, bukan memenjarakannya dengan semua keistimewaan dan membatasi kehidupan sosialnya. Hooooo…. Ya sudahlah, yang jelas ceritanya bikin aku menebak di setiap bagian, tapi salah, lagi-lagi salah! Huft, sampai ending aku baru bisa “ngeh”. Wao, hebat nih penulis, kayak bikin teka teki dalam cerita.
Sebelum TransJakarta Berlalu (Noury). Temanya, ajigileee… Kehidupan yang seperti terulang, dejavu dan precognitive dream. Baca ini kayak nonton film apa ya? Duh, lupa judulnya. Yang jelas penulis benar-benar menguasai materi ceritanya, karakter-karakternya, dan semuanya. Mengalir, dan tak ada kata cerita itu dipaksakan. Pesannya pun tersampaikan dengan sangat baik. Dan,  ini “Cerita Inspriratif” sukses kedua di novel ini.
Bromo yang Menghantarkan Hatiku (Ismaya Novita Rusady). Jujur aku mengharapkan cerita yang waooo di sini. Bromo, tempat dimana satu kenanganku letakkan di sana bersama si mata sipit. Ya sudahlah nggak usah dibahas! Bahas cerita ini aja. Kenapa ya aku ngerasa penulis maksain banget sama kisahnya? Kayak Janu yang nyatain perasaannya pada Eri saat mereka belum benar-benar saling mengenal. Kesannya malah bikin Janu cuma mau main-main. Karakter yang dibangun juga lemah banget. Dan beberapa pertanyaanku tak terjawab walaupun aku sudah menyelsaikan cerita ini.
Oke, bahas itu aja kali ya?! Sebenarnya maunya bahas semuanya karena ceritanya yang enak banget buat di ulik, tapi kayaknya bakalan bikin yang baca malas juga. Kalau mau tahu lengapnya, wajib beli dan baca sendiri. Banyak banget hal-hal unik yang kamu temukan disana, recommended banget nih buat semuanya, kecuali buat aki-aki, nggak bakal suka!
Oh, ya mau bilang makasih juga buat @pengenbuku dan @CeritaCintaKotayang udah kasih aku buku ini gratistitiiiitiiiiisssss lewat kuis #pengenbuku.
Dan, yang terakhir, aku akan kasih bintang 3 dari 5 bintang. Yeeeaaaahhhh!!!! Tepuk tangan!!!!!


RESENSI by Dian Amijaya