Rabu, 27 November 2013

Bumi

Bumi.  Terdiri dari api, tanah, udara, angin.
Di novel ini terwakili oleh nama karakternya,  aghniya, windy, daton dan kenn. Mereka bersahabat selama tiga tahun itu karena sama sama punggawa majalah kampus,

Namun ternyata masing masing memiliki rahasia yang baru diketahui di akhir cerita,  alias twist.

Penulisnya memang punya gaya yang sama. Seperti juga pada novel pertamanya, stasiun,  di sini dia juga memakai pov 1 utk tiap karakternya.  Berganti ganti. Dan jadi seru, ritmenya makin cepat, ketika karakter karakter ini bertemu dan akhirnya berhadapan,  intens.

Eh, bagus juga niy teknik penulisan gini, bisa dicoba.

Temanya tentang bumi, rumah dan persahabatan keren sekali. Dan eksekusinya lumayan.  Mengalir, cukup detail, kompleks juga alias ada banyak sub plot, logis karena masing masing tindakan ada alasan jelas dan banyak kejutan juga beberapa ketegangan.

Oh ya, judulnya bumi, ditulis cynthia,  penerbit elex
Tagline nya empat jiwa,  meniti satu nadi
Judulnya nyambung ama isinya.
dengan setting jakarta dan jogja, novel ini juga mencantumkan beberapa testimoni di cover dan halaman belakang covernya.

Stasiun

Blurb novelnya sdh menampilkan garis besar ceritanya sih, jadi kurang seru.  Akhirnya saya mengkhatamkan dengan cepat novel ini karena sudah tahu isinya.

Novel debut chyntia ditrbitkan plotpoint iniberangkat dari pengalaman penulisnya sebagai commuter jakarta bogor. 

Cara penceritaannya selang seling antara tokoh cewek yang barusan putus,  dan cowok yg juga kehilangan seseorang

Rabu, 13 November 2013

Dibuat Berdebar-debar

Review after rain

Serenade masih terpaku pada hubungan dengan Bara meski pacarnya ini telah menikah dengan Anggi karena perjodohan. Saat anniversary ke-10 dan Seren bertanya kelanjutan hubungan mereka, Bara mundur. Saat dia mengajukan mutasi ke denpasar, justru Seren mundur dari kantor mereka. Bekerja sebagai guru pengganti, membawa Seren bertemu Elang yang juga bernasib sama. Patah hati dari kekasih yang dijodohkan dengan orang lain.
Penokohannya lumayan. Setting, plot dan alurnya juga bagus. Alur maju mundur menjadikan cerita ini menyajikan ketegangan yang berarti. Kita  masih dibuat penasaran hingga hampir bab yang terakhir. Siapa yang dipilih Seren? Bara atau Elang. 

yang agak tidak aku sukai adalah Seren mudah sekali mencium dan dicium (pakai bibir lagi) bahkan oleh yang belum jadi pacarnya. menurutku jika dibaca banyak generasi muda, bisa menjadi pendidikan yang tidak baik. seolah itu sah, seolah itu biasa saja. padahal kan dosa.

Jumat, 25 Oktober 2013

PREMIS

Di saat membaca sebuah karya tulis, kadang karya tulis tersebut melekat kuat dalam ingatan kita sebagai pembaca, tak jarang karena kuatnya ide sentral yang dibawakannya. Pun, di saat kita menulis, terutama cerita, baik cerpen atau novel, ada satu ‘tema besar’ yang kita bawakan dalam cerita itu. Tema besar tersebut menjadi sebuah ide pokok, yang nantinya bisa dikembangkan sehingga menjadi satu cerita yang utuh. Tema besar itu bisa juga disebut premis. Sebelum memulai menulis, ada baiknya jika kita mencoba untuk membayangkan sebuah premis yang ingin kita sampaikan dalam cerita. Menentukan premis sebelum menulis bisa membantu kita untuk memberikan gambaran atau bayangan kemana cerita itu akan kita tuliskan. Premis itu bisa kita kembangkan lagi ke dalam subpremis.
Misalnya, dalam salah satu novel sastra karya Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung, premisnya atau tema besarnya adalah ‘Menghadapi ketakutan.’ Dari awal hingga akhir cerita, hal tersebut menjadi ide sentral dari jalan cerita. Bagaimana seorang guru, Guru Isa, selalu merasa ketakutan karena hidup di zaman penjajahan. Ketakutan itu, menjadi tema besarnya. Dan untuk ‘membumbui’ tulisan tersebut, tema ketakutan itu diperluas lagi menjadi subpremis-subpremis, seperti pergolakan batinnya sendiri, masalah yang dihadapinya dalam rumah tangganya, ketakutan akan ditangkap oleh penjajah, keinginan untuk pergi dari rumah, dan seterusnya. Namun, semua subpremis itu tetap ada dalam satu benang merah: yakni bagaimana Guru Isa menghadapi ketakutannya tersebut.
Contoh lain untuk cerpen, adalah cerita pendek yang terkenal, Robohnya Surau Kami, karangan A. A. Navis. Membaca cerpen ini, kita bisa menangkap garis besar yang ingin disampaikan penulis, yakni pentingnyahabluminannas, pentingnya hubungan antar-sesama manusia. Premis tersebut kemudian dikembangkan menjadi subpremis seperti terlalu sibuk beribadah tanpa mempedulikan lingkungan sekitar, dialog dengan Tuhan, matinya sang penjaga surau karena bunuh diri, dan seterusnya. Subpremis tersebut adalah bumbu yang memperkuat premis di atas.
Sebagai penulis yang baik, kita bisa mencoba untuk memikirkan premis kita terlebih dahulu, mencoba untuk menyampaikan hal yang menjadi ide sentral dalam tulisan kita. Salah satu keuntungan bagi penulis yang memiliki premis sejak awal, yakni membuat tulisan tersebut menjadi sangat ‘kuat’ dalam tema, tidak terkesan sembarangan, dan ceritanya tak mengarah ke subtopik yang tak ada hubungannya. Dengan begitu, tulisan akan lebih terarah, dan juga konsisten dari awal hingga akhirnya. Dalam novel Harry Potter yang terkenal itu pun, mempunyai satu premis besar, yakni ‘Bertahan Hidup’. Premis tersebut, adalah acuan yang membuat novel tersebut konsisten menceritakan tentang pengalaman Harry Potter bertahan hidup dari buku satu hingga tujuh. Berbagai kejadian lain yang Harry Potter alami, seperti kehilangan orangtua, berhadapan dengan musuh-musuhnya, dan seterusnya, tak lain hanya pengembangan dari premis ‘Bertahan hidup’ tersebut.
Disadari atau tidak, setiap penulis yang baik akan berusaha membawa premis tertentu dalam karyanya. Premis tersebut, bisa kita tangkap secara jelas, karena langsung tertuliskan, bisa juga terasa samar, karena tak diungkapkan terang-terangan. Namun alangkah baiknya, kita juga sebagai pembaca yang baik, tak hanya membaca secara sepintas, namun berusaha menangkap apa tema besar yang ingin disampaikan oleh penulis. Sehingga kita bisa menjadi pembaca yang baik, yang bisa mendapatkan ‘sesuatu’ dari apa yang dibaca, tidak begitu saja menguap dan menghilang begitu selesai membaca. 

sumber : juzzythinks/wordpress

Rabu, 25 September 2013

Bedah Buku "Mesir Suatu Waktu"




Alhamdulillah. Diskusi Buku Mesir Suatu Waktu di tobuk Gramedia Pandanaran Semarang berlangsung sukses dan lancar kemarin. Jumat 13 September 2013 jam 3 sore.


Bersama Rabiah Adawiyah, si bungsu yang lulusan Al Azhar Kairo, saya menulis buku ini. Dan bersamanya juga, sore indah kemarin kami menikmati kebersamaan dengan teman-teman yang hadir dalam acara diskusi buku ini.


Antusiasme teman-teman yang datang dari beberapa komunitas (Hasfriends, IIDNS, FLP, Komunitas Pena Kita) serta pengunjung menjadikan acara ini berlangsung seru. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dari seputar buku, proses kepenulisan sampai dengan situasi Mesir dsb. Sampai-sampai doorprize sepuluh buku dari penerbit habis dibagikan buat para penanya :D

Usai diskusi buku Mesir Suatu Waktu, seperti yang sudah dijanjikan, saya berbagi sedikit mengenai kepenulisan memor. Semoga berkah, manfaat dan menginspirasi. Aamiin.



Dilanjutkan dengan book signing dan foto bersama, seperti biasanya :)




Terima kasih untuk dukungan dari semua pihak, Gramedia, Grasindo dan teman-teman komunitas. Pak Broto, mbak Nanda, mas Yoga, pak mas Adinto, pak Bimo, mak Dew, Wuri, Keisya, Sikha, Lala, Anie dan semuanya.


Juga terima kasih  untuk adikku yang cantik. Yang menemaniku lagi  malamnya, meeting seru dengan klien konsultan arsitekturku yang meskipun cas cis cus ngomongnya (karena orang Spanyol) tetapi ramah dan suka guyon :D

Bedah Novel "Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku"



Alhamdulillah acara Bedah Novel dan Sharing Kepenulisan kemarin berlangsung sukses dan lancar.
Dihadiri sekitar 50-an orang yang duduk di kursi yang disediakan. dan banyak pengunjung lainnya yang hilir mudik ikut memperhatikan. Semoga  sedikit sharing kepenulisan yang dibagikan kemarin berkah dan bermanfaat ya. Aamiin..


Beberapa teman bahkan sudah siap dan menunggu di teras Togamas selagi tokonya masih belum buka. Terima kasih ya teman-teman :)



Ada banyak sekali pertanyaan dari audience. Menambah semarak acara dan memancing diskusi yang interaktif. So much love and so much thanks for the antusiasme :)



Terima kasih untuk seluruh pihak yang mendukung acara ini. dari Togamas dan Divapress. pak Imam, pak Paryono, mas Edi, mas Bambang dll. Dan tentu saja semua teman-teman tercintaku yang hadir dari berbagai komunitas kepenulisan, mak Uniek, mbak Hid cs, Yaya cs, Syifa cs, Pin cs, dll. Acara makin seru karena semuanya antusias dan interaktif. Kullil hamdu lillah.


thanks for the compliment ya : gaya penyampaiannya santai, tapi maknanya dalam banget....~ *seneng bgt deh dpt testimoni kyk gini. kullil hamdu lillah. alhamdulillah.matursuwun

Minggu, 01 September 2013

Alamat Redaksi Koran & Majalah

Teknis Standar Pengiriman Naskah
Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.
Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe,gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .
Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.
“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”
Selesai.
Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.
Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!
 .
Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14
17 Januari 2012 09:29 WIB
.
Contoh pengantar pengiriman.
.
Dari                   : Saroni Asikin
Kepada            : sastra@jawapos.co.id Jawapos
Dikirim            : Kamis, 15 September 2011 5:25
Judul               : Cerpen STRIPTEASE DI JENDELA–Saroni Asikin
.
Semarang, 15 September 2011
Kepada
Yth. Redaktur Cerpen Jawa Pos
di tempat.
Dengan hormat,
Bersama ini saya kirimkan sebuah cerpen saya bertajuk “STRIPTEASE DI JENDELA” (dalam Lampiran). Saya sangat berharap cerpen ini Anda baca dan kelayakan pemuatannya sepenuhnya hak Anda. Atas pembacaan dan pertimbangan Anda, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Saroni Asikin
saroniasikin@yahoo.co.id
Tlp. 081390317733
Rek Mandiri Pati 1350005188246 a.n. Saroni Asikin
.
.
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dantabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.
1. Republika
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.
2. Kompas
Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.o00.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
3. Koran Tempo
Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,-  honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.
4. Jawa Pos
Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 1.o00.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.
5. Suara Merdeka
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.
6. Media Indonesia
REDAKSI menerima kiriman naskah cerpen dari pembaca. Kriteria umum naskah 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 700.000,- sampai Rp. 1.000.000,-
7. Suara Pembaruan
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
8. Suara Karya
Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
9. Jurnal Nasional
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
10. Seputar Indonesia
Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
11. Pikiran Rakyat
Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
12. Tribun Jabar
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
13. Kedaulatan Rakyat
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
14. Joglo Semar (Yogyakarta)
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
15. Minggu Pagi (Yogyakarta)
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi
16. Surabaya Post
Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
17. Radar Surabaya
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
18. Lampung Post
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.
19. Berita Pagi (Palembang)
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
20. Sumatera Ekspres (Palembang)
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
21. Padang Ekspres
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.
22. Haluan (Padang)
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
23. Singgalang (Padang)
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
24. Riau Pos
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
25. Sumut Pos
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
26. Jurnal Medan
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
27. Analisa (Medan)
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
28. Sinar Harapan
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
29. Jurnal Cerpen Indonesia
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
30. Majalah Horison
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.
31. Majalah Esquire
Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
32. Majalah Sabili
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
33. Majalah Suara Muhammadiyah
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
34. Majalah Ummi
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,-  ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.
35. Majalah Kartini
Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.
36. Majalah Alia
Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
37. Majalah Femina
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat.
38. Majalah Sekar
Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit.
39. Majalah Story
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
40. Majalah Gadis
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 850.000,- ditransfer seminggu setelah majalah terbit.
41. Majalah Annida-online
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.
42. Majalah Bobo
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
43. Kompas khusus Cerpen Anak
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.
44. Tabloid Nova
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

CATATAN:
SANGAT mungkin alamat-alamat email redaksi koran di atas sudah berubah sekarang (karena pergantian redaktur dan/atau sebab lainnya). Begitu juga dengan besarnya honor pemuatan cerpen. Oleh karena itu, untuk update data mohon rekan-rekan tuliskan di komentar dokumen ini.


.