satu kata. keren. memang eka kurniawan is an unconventional writer.
meski sekilas awal-awal pas baca novelnya, ih kok saru, ih kok jorok.
tapi memang begitu gaya yang paling tepat untuk novel ini, humor satir.
ini kecerdasan eka, membungkus kritik sosial politiknya dan ironi bangsa ini dalam sebuah cerita yang kesannya ringan.
dan yang mengejutkanku, dia ada membahas tentang jalan sunyi, tasawuf lho, sebagai pilihan rel bagi ajo kawir, karakter utamanya ini.
yang lebih mengejutkan lagi ada yang surreal di sini, ternyata si jelita itu ya si rona merah itu. hahay...
sub plotnya banyak banget, ajo, iteung, mono, dll
dan hey plot SRDHDBT itu maju mundurnya keren deh
selebihnya sila baca sendiri ya :)
Tampilkan postingan dengan label gramedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gramedia. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Juni 2014
seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas
Minggu, 20 April 2014
Simbiosa alinaa
Aku dapat dari salah satu penulisnya sungging raga, rencananya mau dikasih penulis satunya lagi pringadi, tapi pring di asean lit cuma hari sabtu. Pas minggu aku datang, dia sdh kadung ke bandung mau ketemu istri dan anaknya. Karena berbulan2 dia tinggal di lombok, maklum dines.
Eh balik ke SA.
Komen untuk cerpen2 SR, eh dia hobibanget ya nulis setting luar negeri gitu. Pdhl belum tentu dia ke sana juga lhi. He3.
Komen utk cerpen2 PA, whoaaa.. dia bikin aku jadi jatuh cinta, ingat rasanya jatuh cinta dan ingin jatuh cinta lagi.
Aku jadi pingin pergi mengunjungi malimbu, kemaro, dan cataluna.
He3.
4 bintang buat SA ya
Label:
cerpen,
gramedia,
kumpulan cerita,
resensi,
review
Langganan:
Postingan (Atom)