Sabtu, 24 Agustus 2013

Sukses Saja Tidak Cukup

Semarang-WAWASANews.com
Inspiratif: salah seorang motivator berbagi ilmu
Sukses saja tidak cukup, harus juga mulia. Artinya, manusia harus bisa bermanfaat bagi yang lain. Jika sukses menjadi seorang guru, maka jadilah guru yang tidak hanya mengurus gaji. Jika sukses menjadi dokter, maka jadilah dokter yang tidak hanya mengurus gaji. Demikian kata Ketua Komunitas Sukses Mulia (KSM) Semarang dalam acara Festival Sukses Mulia 2013 di Merapi Hallroom Hotel Grasia Semarang, Sabtu (13/07/).
Acara berbagi inspirasi ini dilakukan juga untuk memecahkan rekor Musium Rekor Nasional (MURI). Secara serentak Festival Sukses Mulia digelar di 20 tempat di seluruh Indonesia, menghadirkan 200 pembicara dan 10 ribu peserta, dengan masing-masing 10 pembicara dan 500 peserta di setiap tempat.
Dalam kesempatan di Semarang hadir sebagai pembicara adalah kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Semarang Ciptono, Internet Marketer Reza Aditia, business Inovator Muhammad Zaki, Penulis buku Dian Nafi, Trainer STIFIn Semarang Trihartanto, Wisata Hati Ust. Ahmad Riyaddh Al Hafidz, CEO karya Thoha Putra Hasan Toha Putra, TDA Semarang Tulus Guritno, Coach Gerakan Hidup Berkah Edy Darmoyo dan Bambang Nogroho.
Para pembicara menyampaikan materinya secara bergantian, masing-masing 15 menit. Materi yang disampaikan memiliki titik tekan yang sama, yaitu tentang bagaimana mencapai kesuksesan dan kemuliaan.
Edi Darmoyo mengatakan, sukses harus memenuhi lima faktor. Pertama, menyadari tujuan hidup. Kedua, mengenali potensi diri. Ketiga, mengembangkan potensi secara produktif. Keempat, berhasil meraih yang diinginkan, dan kelima adalah selamat dan menyelamatkan.
Menurut Bambang Nugroho, keberhasilan hidup seseorang tergantung bagaimana ia bisa bermanfaat bagi orang lain. Semakin manusia berbuat baik kepada orang lain makan potensi kebaikan juga akan menyertai manusia.
“Keberlimpahan hidup seseorang berbanding lurus dengan kontribusinya untuk umat,” katanya
Orang yang sukses mulia memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain. Mereka bahagia dengan apa yang telah mereka capai. Nugroho mengatakan, apa yang telah dicapai oleh seseorang hingga ia merasakan kenikmatan dan rijeki yang melimpah tak lain karena ia melibatkan Tuhan dalam usahanya.
“Berbisnis dengan Tuhan, dengan tujuan memberikan maslahat kepada orang lain. Orang yang sukses mulia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” imbuhnya
Tidak hanya berbagi-bagi tips dan motivasi, acara dimeriahkan juga oleh Tari Cirebon, Stand Up Commedy, Bazar, Pameran, dan beberapa penampilan anak autis dari SLB semarang. (Arifin)

Resensi Balita Hebat

Judul Buku : Balita Hebat
Penulis : Pipiet Senja dkk
Penerbit : Jendela
Genre : Parenting
Halaman : 208 hal
Ukuran : 20 X 14 cm
ISBN : 978-979-063-633-0
Tahun : 2011
SINOPSIS
Kehebatan imajinasi dan kreativitas anak balita sungguh karunia-Nya yang tak terhingga. Sebagai orang tuaku tidak ingin membonsai potensi kreativitas dan imajinasi mereka. Aku berharap demikian pula guru atau siapapun yang berinteraksi dengan anak balita. Namun, saat melihat kenakalan dan kehebohan mereka, tak urung hati kesal, masygul.
Wajahnya tampak mirip sekali dengan ayahnya, suami yang telah meninggalkan kami karena kecelakaan. Dia yang sangat mengasihiku dan begitu berbahagia setiap kali aku melahirkan buah cinta kami. Dalam kebersamaan yang singkat, betapa sering ia membisikkan kata-kata lembutnya: “Titip buah hati kita, ya Cintaku. Mereka Amanah dari Sang Maha Pemilik.”
Buku ini berisi kumpulan kisah inspirasi seputar balita yag mengharu-biru dan menggemaskan, tak jarang membuat mata kita berembun. Begitu banyak tingkah-polah balita yang bisa membuat kita terperangah, tertunduk malu, dan mengambil pelajaran serta hikmah.
Buku ini tercipta dari para penulis yang rajin Blogger dan Fb-an yang di prakarsai oleh Teh Pipiet Senja. Dan seluruh Royalti di sumbangkan untuk korban bencana.
***
Cover unik. Cover pelangi dengan 4 malaikat kecil di setiap sudut dengan judul ‘BALITA HEBAT’. Apalagi aku sangat suka dengan balita. Tak butuh waktu lama buku itu memikatku. Buku ini sangat bermanfaat terutama bagi sepasang Suami istri yang baru menerima amanah buah hati dari Sang Maha Pemilik. Tak hanya mereka, bagi bujang atau pengantin baru serta pengantin lama pun masih membutuhkan buku ini sebagai pegangan pendidikan balita sejak lahir.
Kecerdasan dan kreativitas Penulis dalam menceritakan kisah Balita Hebat ini sungguh sangat memikat hati dan kata-katanya sangat ringan namun bersyarat makna. Saat membaca di awal ingin rasanya, terus dan terus membuka halaman berikutnya. Saya cuplikan beberapa kisah dalam buku ini.
Di awali dengan Amanah Cinta Dian Nafi
Si Peniru ulung yang cerdik, dan seorang single parent yang Hebat.
Janji Seorang Bunda ~Pipiet Senja
“Mama itu salah! Mama gak bisa pegang janji!” Teriaknya di antara tangisnya. “Kan Mama sudah janji… Butet juga sudah janji… Kenapa Mama Jemput Butet… Woaaa… Jangan Jemput!”
Penggalan kisah yang sangat membuat saya takjub. Seorang balita TK sangat memegang teguh janji yang telah dibuat. Dan pada dasarnya seorang anak yang terlahir adalah amanah.
Kemudian ‘Berkat Kisah Teladan~Nashita Zayn”
Kecerdikan seorang Balita bernama Khansa, saat ingin masuk rumah sedang keadaan rumah semua pintu terkunci. Masuk kamar lewat jeruji besi jendela, tanpa sepengetahuan siapapun termasuk satpam.
Calon Penghuni Surganya~Kang Eric Shandy
Kalau menerutku, kang Eric sungguh hebat, seorang pemuda belum menikah namun mampu menyihir 2 bocah yang bawel menjadi calon penghuni surga. Dan berawal dari niat ibadah karena Susu menjadi Niat ibadah karena Allah.
Sebagai Ending “Ambilkan Selimut Kakak~bunda Leyla Hana”
Dua malaikat kecil yang berbeda 1 tahun. Seorang kakak yang mempunyai sifat memimpin dan layaknya seorang Bos. Dan Seorang adik yang mempunyai sifat penuh empati dan suka menolong tanpa negosiasi.
Masih banyak lagi kisah Balita Hebat di buku ini, cuplikan di atas hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah inspiratif dan penuh keteladanan seorang balita. Saya ingat sebuah pepatah jawa. “Kebo Nyusu Gudhel”1. Maksudnya Orang dewasa tak ada salahnya belajar dari yang muda. Belum tentu orang dewasa selalu benar dalam bersikap dan bertindak. 
Rugi kalau sampai tidak membaca buku ini. Buku ini juga di lengkapi dengan :Tips Pijat Bayi, 9 Kesalahan dalam merawat Balita, 10 Penyakit Balita, Makanan bunda sehat dan bergizi dan Menjaga kesehatan balita anda.
Nb.
(1) Kebo : Kerbau, Nyusu : Minum (air susu induk), Gudhel : anak kerbau

Resensi Lelaki Kutunggu Lelakumu

Judul :  Lelaki Kutunggu Lakumu
Penulis : Dian Nafi & Endang SSN
Penerbit : Hasfa Publishing
Tebal : 169 hal
ISBN : 978-602-7693-04-3
Sinopsis :
Membaca cerita hasil kolaborasi dua penulis wanita yang keren banget mbak Dian Nafi dan mbak Endang SSN dalam kisah cinta Mayana, seorang single parents yang ditinggal pasangan hidupnya yang mengalami kecelakaan benar-benar menyentuh kalbu saya sebagai seorang wanita.
Waalu dalam kondisi yang sepertinya sarat dengan kesedihan bagaimana harus struggle-nya Mayana untuk menghidupi dua buah hatinya, apabila kita rasakan dalam nyata pastilah sangat berat menjalani kehidupan saat anak-anak butuh kasih sayang seorang ayah tapi harus menjadi yatim.
Dan konflik muncul kartika Mayana yang telah matang menjadi wanita independent terusik kembali akan kisah cinta lama yang menjadi benang merah memulai gejolak perasaan hatinya mulai dipermainkan.
Saat harus mengenang rasa hatinya terhadap dua lelaki bersaudara yang sama-sama mencintainya. Sementara Mayana terpojok dalam kondisi yang membingungkan. Ketika sebentuk cinta tidak bisa dipaksakan, walau salah satu kutub begitu kuat ingin menariknya. Tetapi hati ternyata menolak karena ada kutub berbeda yang malah sebaliknya ingin Mayana raih. Sayangnya dukungan tidak memihak untuk mewujudkan kata hatinya.
Membaca novel Lelaki Kutunggu Lakumu sarat dengan kalimat-kalimat sarat dengan keindahan yang mengurai perjalanan masing-masing individu yang pada akhirnya dipertemukan dengan laku tanpa kata ketika gerimis dan hati sudah berpasrah sepenuhnya kepada-Nya.
Dalam perjalanannya sang Indera Cicip yang sangat tertutup sempat menjatuhkan hati pada wanita tetapi ternyata Yuni memilih lelaki lain seorang mualaf. Sedangkan Arif adik dari Mas Indera yang juga memendam rasa yang sama bagaimana mencoba membuka hatinya untuk wanita lain terurai dengan manis dan lembut.
Beberapa kejadian yang sesaat akhirnya mempertemukan mereka kembali setelah sepenggal-sepenggal kisah yang mereka lewati dalam perjalanan hidup. Mayana tetap gadis tomboy yang tegar dalam jejaknya. Semua terselesaikan dengan diam saat laku lelaki dinanti dalam hati yang terpaut dalam makna masing-masing tanpa terungkap dalam aksara. Saat kemantapan menjadi rahasia-Nya dan mereka lewati dengan pasrah.
Langit bagaimana akan kueja asmara …Jika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasa…bagaimana aku harus menakar hati…jika hatinyapun tak pernah pasti…llau sepi selalu saja mengajakku berbagi…menyudutkanku pada gerilya mimpi yang bertuan…sendiriku kembali (hal 162-163)

Novel menarik, indah untuk dinikmati. Kolaborasi yang sangat cantik.
by Nenny M

REsensi The Kite Runner

[Review Day]
Ngemil baca : The Kite Runner
Oleh Dian Nafi

The kite runner, novel pertama seorang dokter spesialis penyakit dalam bernama Khaled Hosseini yang menjadi New York Time Best Seller dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa serta meraih banyak penghargaan internasional.

Adalah seorang Afghan bernama Amir. Ia berjuang untuk memperoleh perhatian Baba-nya yang dirasakannya tak ada karena Baba mungkin kecewa istrinya meninggal saat melahirkan Amir. Anak pelayannya-seorang Hazara- bernama Hassan adalah sahabatnya yang setia tanpa syarat, yang melakukan apa saja untuknya. Termasuk mengejar layang-layang untuk Amir, yang akan jadi kunci kebanggaan demi memenangkan cinta ayahnya. Tetapi Amir tak melakukan apapun untuknya ketika Hassan dibully oleh tiga orang rekan sebaya yang dipimpin Assef, ke...tika mempertahankan layang-layang itu. Kepengecutannya saat ia berusia 12 tahun itu terus menghantui dirinya.

Bayang-bayang perasaan bersalah dan galau berada di dekat Hassan sejak kejadian itu dan juga sedikit cemburu atas kasih sayang ayahnya-Baba- terhadap Hassan ,membuat Amir tega memfitnah mereka. Hassan dan ayahnya-Ali- yang telah 40tahun mengabdi Baba. Mereka kemudian pergi kembali ke Hazara.

Ketika terjadi pendudukan di Afghan, Baba dan Amir terpaksa harus meninggalkan tanah air mereka. Di Amerika lah mereka tinggal, sehingga Amir menemukan kehidupan baru meskipun masa lalunya itu terus menjeratnya. Ia kuliah, menikah dan kemudian Baba yang terhormat meninggal dunia setelah Amir sempat memperbaiki hubungan dengan ayahnya.

Hingga suatu hari datang telpon dari Rahim Khan-sahabat Baba yang juga sahabat Amir. Memintanya kembali ke Afghan untuk melakukan sesuatu, selalu ada jalan menuju kebaikan, demikian katanya.

Bertemu Rahim Khan yang mendekati ajalnya, mengetahui kenyataan yang selama ini disembunyikan darinya bahwa Hassan ternyata adalah saudara tirinya, dan Rahim ingin Amir mengambil Sohrab-anak Hassaan- yang kini yatim piatu karena ayah ibunya ditembak Taliban.

Kemudian serangkaian penyelamatan dilakukan. Selanjutnya….ah..lebih asyik jika baca sendiri. Beneran.

Duh! Novel ini sungguh memikat. Penuh ironi, karma dan kejutan-kejutan.

Resensi Mayasmara

Goresan Cinta Mayana Dalam Mayanya
Judul Buku   : Mayasmara
ISBN   : 978-602-98187-1-0
Pengarang   : Dian Nafi + a(rt)gus faizal
Ukuran Buku   : 13.5 X 20 CM
Tebal Buku   : vi+ 154 halaman
Editor    : Tim Hasfa Publishing
Penerbit   : Hasfa Publishing
Tahun Penerbit  : 2010
Harga   : Rp. 25.000,00
Mayasmara sebuah novel yang dihadirkan untuk menyadarkan kita tentang dunia maya yang tak hanya maya. Di era sekarang, situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo Massagger dan lain-lain telah menjadi bagian dari kehidupan insan diseluruh pelosok dunia, terutama remaja yang tengah sibuk menelusuri dan mengeksplorasi jati diri. Pada dunia maya kita bisa mencetak pribadi sekehendak kita, misalnya pada dunia nyata kita hanya seorang biasa dan masih awam dengan agama. Namun dalam maya kita bisa create diri kita menjadi jiwa yang agamis dipikiran orang. Cukup denganmengupdate status atau mentweet dengan kata-kata bijak dan religius. Terkadang penuh dengan rekayasa dan kemunafikan.
Sama halnya dengan cerita yang diangkat oleh A(Rt)Gus Faizal dan DianNafi kisah ini berawal ketika seorang gadis bernama lengkap Mayana Astari putri sulung dari tiga bersaudara keluarga terhormat. Ia terpesona pada seorang lelaki yang sama sekali tak dikenalnya di dunia nyata, bernama Nero. Mayana belum pernah bertemu Nero, anehnya Mayana bukan terpesona oleh keadaan fisik, harta atau tahta seorang Nero seperti kebanyakan wanita lainnya yang menempatkan bibit, bebet, dan bobot sebagai prioritas bahkan hal yang wajib dijadikan patokan dalam mencintai seseorang. Mayana malah terpesona dan bahkan berlanjut mencintai Nero hanya karena catatan- catatan Nero yang dipublish di account facebook nya, padahal catatan itu bukan rayuan, bukan puisi, bukan pula novel picisan, melainkan hanya catatan mengenai sesuatu yang sederhana. Entahlah membaca setiap catatan itu membuat Mayana tenang, merasakan kedamaian. Cinta tetaplah cinta tak ada yang tahu cinta itu telah jatuh dari jiwa Maya pada kemayaan seorang Nero.
Mayasmara adalah sebuah novel tentang realita kehidupan masa kini yang inspiratif. Mayana Astari adalah seorang gadis yang memiliki aspirasi sendiri terhadap kebebasan memilih suatu keputusan,dan merupakan putri pertama dari tiga bersaudara. Mayana gadis penurut yang tumbuh dalam kepatuhan budaya Timur yang telah dididik dan bergaul dalam kancah global,inilah yang patut di contoh dalam kehidupan Mayana. Sebagai penerus keluarga, ia telah menjadi begitu patuh pada hampir semua ketentuan keluarga yang tak boleh disanggah. setelah dewasa, Mayana pun dijodohkan oleh keluarganya. Ia tidak menolak sama sekali .
Ketika hari pernikahannya semakin dekat, Mayana tersangkut pergaulan media dunia maya, yang beberapa bulan ini menjadi bagian kehidupan pribadi dan sosialnya. Seseorang yang berhubungan dengannya di dunia maya ini seolah memberikan energi baru dan suatu gejolak dalam diri Mayana,suatu asa yang setiap insan berhak merasakan dan mendapatkannya tetapi sebagian dari diri Mayana menolak.Mayana menghadapi dilema,dan akhirnya ia menghancurkan tembok yang selama ini telah mengatur asa bebas dalam dirinya.
Makna yang terkandung dalam cerita Mayana ini bagus ,dan dikemas dengan sentuhan sastra dan bahasa yang global dan edukatif sehingga menambah wawasan bagi pembacanya.kesesuaian cerita antar bagiannya dan tema pada setiap sub judul ,juga amat jenius sehingga orang akan dibawa rasa penasaran untuk menyelesaikan bacaannya ini.Namun karena pengemasan desain cover yang agak monoton dan kurang adanya sentuhan warna novel ini kurang menarik lebih banyak lagi pembaca untuk membelinya,dan juga bahasa yang disuguhkan memang edukatif dan menambah wawasan bagi para penikmat sastra ,namun bagi pembaca yang awam atau remaja pengemasan bahasanya kurang sederhana.                                                                                                                                                                                         
Betapa rumit, tapi ia harus terus menapak langkah menuju batas yang tak berbatas, menembus labirin diri yang baru dimulai. Absurditas dunia maya, menyata dalam diri seorang Mayana. Absurditas cinta menjadi maya dalam kehidupan Mayana. Atau cinta menjadi realita dalam dunia Mayana. Di manakah realitas cinta Mayana ?
Mayana harus menikah..Mayana harus memilih..Apakah cinta bisa dipelajari ? Benarkah jodoh itu bukan karena cinta tapi karena takdir ?
Sebuah karya yang unik, selain karena ditulis oleh dua orang yang menjalin komunikasi melalui dunia maya, isinya pun sarat dengan keunikan, dimulai dengan penamaan bab-babnya yang kental dengan dunia maya, juga cara penceritaannya. Kita dibawa melompat-lompat dari realita kehidupan sang tokoh menuju ke dalam diri si tokoh, semua angan-angan, perenungan, dan suara hati.
Mayasmara dengan cerdas membidik segmen pembaca para peselancar di jejaring sosial dengan penggunaan kata yang lazim digunakan dalam aktivitas berkoneksi, patut diberikan acungan jempol bahwa Mayasmara boleh disebut sukses dalam menautkan kata-kata tersebut menjadi sebuah sub judul (Bab) dalam novel sehingga terdapat korelasi antar sub judul dengan paparan kisah.
Novel apik ini mengajak kita untuk menikmati setiap gigitan diksi, mengunyah setiap kiasan yang bertebaran, secuil demi secuil secara perlahan, menyecap dan meresapkan semua rasa yang ditawarkan. Pemilihan kertas dan cover buku yang cantik menjadi daya tarik tersendiri. Dari sisi layout, tulisan dengan double spasi, dan paragraph yang dibuat tanpa menjorok membuat mata terasa segar.
Inilah karya ‘kebaruan’ yang menarik. Penulis bisa menyisipkan cinta padaNya yang begitu kental, spiritualitas yang dikemas dengan sangat manis, dan satu lagi inilah karya yang penuh hikmah, tentang kesadaran penuh atas tanggung jawab suatu keputusan, tentang restu orang tua yang begitu penting dan jadi syarat utama dalam menikah.juga tentang kekuasaan Allah yang menguatkan dan memampukan. Penulis dengan piawai mengangkat tema yang update sehingga pembaca penasaran seperti apa yang namanya Cyberlove itu, kemudian banyak yang mengandung nilai-nilai terutama nilai agama. Penulis tak tanggung-tanggung menyajikan dua rukun islam sekaligus. Pertama puasa pada bulan ramadhan dengan keangungannya mampu membuat pembaca merindukan keberkahan bulan penuh hikmah itu. Kedua, ibadah haji deskripsi yang apik mampu menghipnotis pembaca seolah-olah ikut merasakan tengah membaca di kerumunan orang berthawaf.
Banyak kejutan indah yang bisa diperoleh saat membacanya. Kata-kata yang bagai cahaya menembus kepala dan hati, serta quote istimewa yang begitu banyak berserak di dalamnya untuk dipungut demi menyegarkan kehidupan. Hmm, dan akhirnya menutup novel ini dengan tersenyum penuh semangat ‘kebaruan’. –Mencintaimu karenaMu, ya Allah-

Resensi GARIS MERAH DI RIJSWIK

RESENSI GARIS MERAH DI RIJSWIK
MENULIS JEJAK
Oleh Dian Nafi
salah satu novel unggulan dalam lomba penulisan novel Republika ini menjadi incaran saya sejak pertama kali mendengar pengumumannya. Sayangnya, saya tidak  langsung bisa menuntaskannya seperti ketika saya dengan sangat bernafsu mengkhatamkan manjali dan cakrabirawa, supernova ataupun endensor. Mungkin karena agak bosan ketika sampai di bagian sejarahnya.
Yang saya suka dari GMDR adalah ada banyaknya pesan moral, tuntunan syariah dan akhlaq yang disampaikan melalui cerita dan  cara sangat halus dan tidak menggurui. tentang bagaimana berhubungan dengan non muhrim,  bagaimana  berakhlaq dalam rumah tangga, menceraikan dengan baik dan lainnya . Ada juga selipan  yang mengkisahkan tentang guru dan habaib  dengan segala karomahnya  sebagai teladan. Juga bukti bahwa bagi yang dicintaiNya, tak ada yang tidak mungkin. Mereka bahkan bisa berjalan di atas air ketika hendak mengejar tugas sebagai pemimpin umat dan seterusnya.
Sayangnya , adegan pertempuran yang saya bayangkan akan hadir di novel ini tak juga muncul sampai dua ratus lebih halaman saya baca. Bagian paling menyenangkan tentu saja bagian Dino, pak Uban dan ceritanya di masa dia mengkisahkan tentang masa perjuangan tersebut. Karena bagian kisah ,masa perjuangan itu sendiri membosankan. Seperti membaca buku sejarah.Ada juga sebagian menarik perhatian seperti saat adegan Soekarno beradu pandamg dengan puteri Hasan, seorang tokoh Bencolen di mana Soekarno tinggal selama pembuangan. Dan sebenarnya adegan adegan para anggota pergerakan ini digambarkan filmis lho. Kita bisa membayangkan setting, detail adegan dan suasananya. Juga mood suasana yang ada di sana. Ini yang jadi kelebihan novel ini .tapi ya itu tadi, ada bagian bagian sejarah yang diceritakan kurang memikat sehingga membosankan.

Jempol lain yang musti kita hadirkan  untuk novel ini adalah penguasaan dan kekayaan kata yang dimiliki pengarangnya. Sehingga banyak sekali kita temukan   kata kata baru. Menambah perbendaharaan kosa kata.menginspirasi kita untuk melakukan hal serupa. Bahwa bahasa indonesia sedemikian kaya, sehingga kita bisa bertutur dengan berbagai macam cara. Saya membubuhkan stabilo di atas kata kata yang baru saya kenal itu . Karena buku ini mungkin akan saya koleksi dan baca lagi suatu saat nanti. Dengan harapan saya bisa memperoleh sesuatu yang lebih lagi jika chip di dalam kepala saya sudah semakin upgrade.
Covernya klasik sesuai judul dan juga gaya tutur novel ini menjadikannya satu paket yang relevan. ciamik.
kabarnya novel ini adalah bagian pertama dari triloginya. Saya berharap  di dua berikutnya, bagian bagian membosankan tak akan ada lagi karena dikemas dengan gaya bercerita yang lebih memikat .
Selamat buat sahabatku Li Loh dan Republika atas terbitnya novel ini. Kalian telah mempersembahkan jejak yang pasti bermanfaat untuk anak bangsa.mabruk mabruk

Resensi Katastrofa Cinta

Judul: Katastrofa Cinta
Penulis: Afifah Afra
Tebal: 264 hal
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
ISBN: 979-1367-54-7
Harga: Rp 39.500

Katastrofa cinta berkisah tentang dua wanita beda generasi  yang oleh skenarioNya bertemu dan saling membantu. Mereka tak tahu jika sebenarnya ada ikatan di antara mereka. Sebuah catatan panjang terukir. Sejarah tentang kehidupan sejak dari 1936.
(apa makna katastrofa sendiri? Coba Tanya mbah google) 

Kisah ini dituturkan dari dua POV dan selang seling di antara setting waktu jaman baheula dimulai dari 1936. Dan setting waktu yang lebih ke kini dimulai dari 1998. 

Adalah sekar astuti, tokoh utama yang pertama. Merupakan cucu dari seorang ningrat. Namun dalam darahnya mengalir darah kyai Rifangi, seorang ulama di Murong. Ayah Sekar wafat ketika ia masih orok. Dan ibunya yang janda muda dijodohkan dengan seorang dokter ningrat yang pro belanda sekali. 

Membaca katastrofa cinta membawa ingatanku pada novel ronggeng dukuh paruk  (RDP) dan novel the only girl (TOG). Bahkan ada kalimat yang nyaris mirip dengan yang ada di RDP, yang menggambarkan kecanttikan Sekar muda seperti seorang wanita dewasa. Kesamaan lainnya adalah setting masa Gestapu 1965 dan bakar-bakaran pesantren yang memang banyak terjadi waktu itu.
Persamaan dengan TOG, antara lain kisahnya tentang dua wanita beda generasi. Tokohnya yang keturunan cina dengan orangtua yang kebarat-baratan, inderland. Dan peristiwa sejaah seputaran pendudukan Jepang di Indonesia setelah Belanda. 

Yang sangat menarik adalah cara penceritaan yang tak biasa. 2 POV, plo zigzag, cerita penuh kejuta, konfliknya yang ekstrim dan terutama bagaimana pertemuan tak terduga antara dua wanita lintas zaman ini terjadi. Excellent. Kita terhipnotis membacanya, penasaran dan menebak-nebak.  

Saat jepang menduduki Indonesia, para inlander ditangkap-termasuk ayah tiri Sekar. Guntari-ibu Sekar-dijadikan pemuas nafsu para tentara Jepang. Sekar kecil berhasil melarikan diri saat kerusuhan itu. Dia ditemukan serdadu Jepang  yang kemudian ternyata memperkosanya saat Sekar 7 tahun. 

Gadis kecil itu berhasil melarikan diri dan bertemu jeng Palupi yang malah menjadikannya seorang pelacur/geisha di Jepang. 

Seorang pelanggan kemudian mengangkatnya sebagai istri. Namun Sekar kembali lari lagi karena ternyata sang suami sudah memiliki istri pertama yang datang marah-marah dan membuat suaminya tak berkutik, tak punya kemampuan membela Sekar. 

Sekar 14 tahun ditemukan oleh tuan dan nyonya Haruda yang mengangkatnya sebagai anak. Ketika usianya 18 tahun, sekar memohon untuk bisa dikembalikan ke Indonesia, ke rumah kakeknya Kyai Rifangi. Permintaan itu dikabulkan.
Di sekolah barunya, Sekar mengenal dua sosok lelaki yang sama-sama menyukainya. Prakoso yang seorang aktifis komunis. Dan Purnomo anak seorang menteri. 

Kyai Rifangi sempat melarang Sekar bersekolah karena ia pacaran dengan Prakoso yang musyrik. Lalu Purnomo datang ke pesantren kyai Rifangi membujuk sang kakek agar mengijinkan Sekar sekolah kembali.
Sekar yang merasa terkungkung dengan aturan kakeknya meminta tolong Purnomo untuk mencarikannya tempat tinggal di luar pesantren. Akhirnya ia ditempatkan di sebuah kamar di losmen, dibiayai oleh Purnomo, dengan imbalan yang akhirnya membawa Sekar berbadan dua. 

Purnomo tidak bertanggung jawab karena ia harus segera ke Prancis untuk melanjutkan studi.
Kyai Rifangi datang ke losmen  bersama santri terdekatnya, Ahmad, menjemput Sekar. Demi menutup aib, Ahmad yang memang dari semula naksir sekar sejak perempuan itu datang ke pesantren, diminta untuk menikahi sekar. Pemuda itu setuju pada akhirnya meskipun dengan berat hati mengingat ia sebenarnya memiliki prinsip untuk menikahi perempuan suci/baik-baik.  

Mereka sempat menikmati indahnya sebuah keluarga kecil. Namun koyak setelah Prakoso kebali datang. Sekar yang labil jatuh kembali ke pelukan Prakoso. Sampai Ahmad mengucap talak tiga dan KyaiRifangi marah serta mengusir Sekar dari pesantren. 

Anam- anak Sekar- tumbuh bersama ayah tirinya-Ahmad.
Sekar menjadi pentolan Gerwani atas didikan Prakoso. Pada masa terjadi onar juga  perseteruan antara pesantren dan komunis, 1965, saat itulah Prakoso membakar pesantren Kyai Rifangi dan membunuh penghuninya.
Ahmad berhasil melarikan diri membawa Anam. Dari persembunyiannya ia bisa melihat Sekar menangisi seonggok mayat anak-anak mengarang yang  dikiranya Anam-buah hatinya. 

Di setting waktu yang lebih kini, 1998, adalah aku-Ong Mei Hwa atau Cempaka yang menjadi korban perkosaan saat terjadi kerusuhan Mei itu. Orang tuanya meninggal, saudaranya tercerai berai. Ia dilarikan ke rumah sakit jiwa karena dianggap hilang akalnya. 

Selanjutnya, bisa dibaca sendiri ya novel ciamik ini. Dijamin akan haru biru J