Kamis, 27 Maret 2014

Song of Will


Senang sekali membaca sebuah novel yang tidak saja manis tapi juga penuh pelajaran kehidupan. Jalinan antar karakternya kuat, deskripsinya apik, plot dan subplot bisa berkelit kelindan sedemikian rupa sehingga rapi dan rapat.

Saya membacanya dalam waktu dua hari karena sambil mengerjakan aktifitas lain. Meskipun novel ini page turner, membuat kita ingin mengetahui kelanjutan ceritanya, tetapi kita bisa menikmati dan mengunyahnya dengan perlahan-lahan. Sembari menebak-nebak, apa sih rahasia yang disembunyikan Will ataupun Evan. Siapa sih yang sebenarnya ditaksir oleh keempat tokoh ini? Apakah akhirnya Laura akan mengakui kesalahannya? Apakah akhirnya Nana akan 'melawan' mamanya untuk menyelamatkan papanya? Apakah Evan akan bisa terus 'bersembunyi'? Apakah Will akhirnya akan sukses dalam memimpin kepanitiaan dan menggelar pensi?

Masing-masing karakter tampil unik dengan karakter, latar belakang kehidupan, motivasi dan tujuan masing-masing. Will yang bersuara bagus tapi berjarak dengan papanya.  Laura seksi yang suka gonta ganti pacar dan ingin menjadi bagian sosialita. Nana berkacamata yang ceroboh dan punya hasrat besar untuk 'menyatukan' keluarganya. Evan yang tinggi besar dan berusaha menghapus masa lalunya di jalanan dengan menjadi anak baik-baik. Yang paling menarik tentu saja bagaimana cara penulis mempertemukan mereka semua dalam adegan-adegan yang saling mendukung plot dan subplot. Tampak alamiah, real, tidak dibuat-buat, plausible.

Tema persahabatan, cinta, keluarga dan juga aktualisasi diri disajikan dengan apik. Sama sekali tidak menggurui, mengajak pembaca larut dalam ceritanya dan menimbang-nimbang. Lalu memberi ruang yang leluasa pada pembaca untuk menilai dan bukannya menghakimi. Kemudian mengambil pelajaran-pelajaran di sana sebagai inspirasi dalam berlaku dalam pergaulan dengan teman, bawahan, keluarga dan juga 'kekasih' ataupun orang yang ditaksir.

Twist-nya mengejutkan ya. Ternyata oh ternyata, yang disukai Will sesungguhnya adalah....... *spoiler alert*

Sesuai dengan judulnya, dalam novel ini berceceran lagu-lagu yang mendukung cerita. Song of Will sendiri bermakna filosofis. Bahwa semua orang memiliki nyanyian harapan. Keren ya? :)

Dari novel ini saya banyak belajar, tidak saja mengambil inti sari filosofi kehidupan, tetapi juga bagaimana menulis novel remaja yang cair mengalir tapi sekaligus bermakna dan punya kedalaman.

resensi by Dian Nafi





Tidak ada komentar:

Posting Komentar