Tampilkan postingan dengan label dian nafi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dian nafi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

[LINK] Dian Nafi’s Book Reading Challenge 2014

Link review buku-buku Dian Nafi yang dibaca plus direview bisa dimasukkan ke kolom komentar, dengan format:

1. Nama,

2. Akun twitter,

3. Link review buku yang sudah dibaca

Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing mendapat dua buku Dian Nafi . Ada juga dua buku berttd langsung penulisnya. Jadi, bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah 

Dian Nafi’s Reading Challenge

Hai hai..ada yang baru nih.. Dian Nafi’s Reading Challenge.

Berikut buku-buku yang telah ditulis oleh Dian Nafi yang bisa kamu pilih untuk dibaca:

1. Miss Backpacker Naik Haji

2. Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

3. Mesir Suatu Waktu

4. Sarvatraesa

5. Lelaki Kutunggu Lelakumu

6. Segitiga

7. Rumah Tangga Penuh Cinta

8. Engkau Lebih Dari Bidadari
9. Anakku Terhebat
10. 101 Bisnis Online Paling Laris


Buat yang mau ikutan, syaratnya gampang:

1. Follow blog ini dan akun twitter @dnizers @diannafi2

2. Buat master post tentang reading challenge di blog masing-masing dan di akhir tahun buat juga wrap up post buku-buku yang sudah kamu baca untuk ikutan reading challenge ini

3. Di kolom komentar ini, tulis; nama, akun twitter, & link blog (master post tentang reading challenge ini/ jika tidak membuat master post boleh link blogmu saja)

4. Reading challenge ini berlaku dari Januari sampai Desember 2014

5. link review buku-buku Dian Nafi yang dibaca bisa dimasukkan ke link ini, dengan format: nama, akun twitter, link review buku yang sudah dibaca:

Link Review Buku Dian Nafi

7. Akan dipilih dua pemenang yang masing-masing mendapat dua buku Dian Nafi . Ada juga dua buku berttd langsung penulisnya. Jadi, bakal ada empat pemenang ya. Hadiah bisa berubah, semoga ada rejeki bertambah


Jumat, 03 Januari 2014

Liputan Sharing Kepenulisan Di Kampus-kampus (2)




IAIN - Idea News –Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi adakan kegiatan Writing Classbersama Dian Nafi. Acara tersebut merupakan rangkaian ‘”Festifal Paripurna” dengan tema “Writing or Nothing”, bertempat di audit 2 kampus 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang, Senin (02/12).

Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa IAIN dari tiap fakultas dan puluhan siswa dari SMK, dimulai 13.30 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Dian menuturkan, “mantra” menulis ialah KKN (Komitmen, Konsisten, Ngotot).

“Kita harus menulis mulai dari nol, tetapi kita juga harus berkomitmen, istiqomah tiap harinya saat menulis, konsisten untuk membaca juga, banyak jalan-jalan, aktivitas sehingga kita mempunyai pengalaman untuk kita tuliskan. Ngotot berarti harus bersikeras dikarenakan halangan menulis itu sangat banyak seperti malas, capek. Kita harus selesaikan saat  menulis,” kata pengarang novel Mesir Suatu Waktu itu.

Dian menambahkan, bahwa menulis membutuhkan wawasan yang banyak. Dalam menulis juga harus menyatu antara pikiran, perasaan dan wawasan yang dimiliki harus luas.

“Menulis itu integral antara pikiran, perasaan, wawasan kita, karena itu kita harus mengasahnya, caranya yaitu dengan kita membaca dalam rangka memberi nutrisi, vitamin bagi otak kita, dengan musik dapat melatih kepekaan kita meresapi dengan rasa itu kita luapkan lewat tulisan, banyak membaca baik peristiwa, buku, film dan sesuatu yang kita dapat, puisi lahir dari konsentrasi lain dengan yang lainnya,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, tiap peserta mengutarakan motivasi-motivasi mereka dalam hal menulis hingga mereka memperhatikan satu persatu dan bergiliran menurut urutannya.

Acra tersebut juga memberikan doorprize berupa novel hasil karyanya untuk delapan penanya. Setelah itu, Lima lulusan terbaik dari karya cerpen peserta mendapatkan beasiswa menulis novel yang siap untuk diajukan ke penerbit.

[Ulfa/IDEA]
http://ideastudies.blogspot.com/2013/12/dian-nafi-mantra-menulis-itu-kkn.html

Liputan Sharing Kepenulisan di Kampus-kampus

Untuk penulis pemula, sebaiknya menulis kejadian-kejadian yang ada di lingkungan sekitar ”ujar penulis novel “Ayah, Lelaki itu menghianatiku” Dian Nafi ketika mengisi materi cerpen dalam acara Pra-Workshop Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDEA Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo semarang, Minggu, (06/10).

Selain itu, bagi penulis harus banyak membaca karya orang lain, baik karya fiksi seperti puisi dan cerpen maupun karya non fiksi semisal bacaan tentang ekonomi, politik, agama, dll.

“Membaca puisi dan cerpen berfungsi sebagai memperbaiki diksi, sedangkan membaca buku selain sastra berfungsi sebagai pembentuk isi”katanya

Acara yang bertempat di ruang F5 Fakultas Ushuluddin itu dilangsungkan dengan permainan yang membangun. Setiap peserta diminta berpasangan dan saling bercerita pengalamannya ketika berusia lima belas tahun. Setelah itu peserta menungakan cerita tersebut ke dalam bentuk cerpen.

Bolehkah dalam cerpen itu menggunakan kata-kata yang bermajas hiperbola?

“Tergantung kondisi, kalau majas itu digunakan untuk mendramatisir sebuah cerita tidak apa-apa, tetapi kalau penempatannya asal-asalan agar dianggap nyastra itu tidak boleh, karena bisa merusak sebuah logika cerita” jelas wanita asal demak itu atas pertanyaan salah satu peserta.

Dian menegaskan, bahwa teori saja tidak cukup tidak cukup untuk jadi penulis. Tetapi harus dipraktekkan agar terbiasa dalam menulis[Rouf/IDEA].

http://ideastudies.blogspot.com/2013/10/dian-nafi-menulis-teori-saja-tidak-cukup.html


Sabtu, 24 Agustus 2013

Sukses Saja Tidak Cukup

Semarang-WAWASANews.com
Inspiratif: salah seorang motivator berbagi ilmu
Sukses saja tidak cukup, harus juga mulia. Artinya, manusia harus bisa bermanfaat bagi yang lain. Jika sukses menjadi seorang guru, maka jadilah guru yang tidak hanya mengurus gaji. Jika sukses menjadi dokter, maka jadilah dokter yang tidak hanya mengurus gaji. Demikian kata Ketua Komunitas Sukses Mulia (KSM) Semarang dalam acara Festival Sukses Mulia 2013 di Merapi Hallroom Hotel Grasia Semarang, Sabtu (13/07/).
Acara berbagi inspirasi ini dilakukan juga untuk memecahkan rekor Musium Rekor Nasional (MURI). Secara serentak Festival Sukses Mulia digelar di 20 tempat di seluruh Indonesia, menghadirkan 200 pembicara dan 10 ribu peserta, dengan masing-masing 10 pembicara dan 500 peserta di setiap tempat.
Dalam kesempatan di Semarang hadir sebagai pembicara adalah kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Semarang Ciptono, Internet Marketer Reza Aditia, business Inovator Muhammad Zaki, Penulis buku Dian Nafi, Trainer STIFIn Semarang Trihartanto, Wisata Hati Ust. Ahmad Riyaddh Al Hafidz, CEO karya Thoha Putra Hasan Toha Putra, TDA Semarang Tulus Guritno, Coach Gerakan Hidup Berkah Edy Darmoyo dan Bambang Nogroho.
Para pembicara menyampaikan materinya secara bergantian, masing-masing 15 menit. Materi yang disampaikan memiliki titik tekan yang sama, yaitu tentang bagaimana mencapai kesuksesan dan kemuliaan.
Edi Darmoyo mengatakan, sukses harus memenuhi lima faktor. Pertama, menyadari tujuan hidup. Kedua, mengenali potensi diri. Ketiga, mengembangkan potensi secara produktif. Keempat, berhasil meraih yang diinginkan, dan kelima adalah selamat dan menyelamatkan.
Menurut Bambang Nugroho, keberhasilan hidup seseorang tergantung bagaimana ia bisa bermanfaat bagi orang lain. Semakin manusia berbuat baik kepada orang lain makan potensi kebaikan juga akan menyertai manusia.
“Keberlimpahan hidup seseorang berbanding lurus dengan kontribusinya untuk umat,” katanya
Orang yang sukses mulia memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain. Mereka bahagia dengan apa yang telah mereka capai. Nugroho mengatakan, apa yang telah dicapai oleh seseorang hingga ia merasakan kenikmatan dan rijeki yang melimpah tak lain karena ia melibatkan Tuhan dalam usahanya.
“Berbisnis dengan Tuhan, dengan tujuan memberikan maslahat kepada orang lain. Orang yang sukses mulia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” imbuhnya
Tidak hanya berbagi-bagi tips dan motivasi, acara dimeriahkan juga oleh Tari Cirebon, Stand Up Commedy, Bazar, Pameran, dan beberapa penampilan anak autis dari SLB semarang. (Arifin)

Resensi Lelaki Kutunggu Lelakumu

Judul :  Lelaki Kutunggu Lakumu
Penulis : Dian Nafi & Endang SSN
Penerbit : Hasfa Publishing
Tebal : 169 hal
ISBN : 978-602-7693-04-3
Sinopsis :
Membaca cerita hasil kolaborasi dua penulis wanita yang keren banget mbak Dian Nafi dan mbak Endang SSN dalam kisah cinta Mayana, seorang single parents yang ditinggal pasangan hidupnya yang mengalami kecelakaan benar-benar menyentuh kalbu saya sebagai seorang wanita.
Waalu dalam kondisi yang sepertinya sarat dengan kesedihan bagaimana harus struggle-nya Mayana untuk menghidupi dua buah hatinya, apabila kita rasakan dalam nyata pastilah sangat berat menjalani kehidupan saat anak-anak butuh kasih sayang seorang ayah tapi harus menjadi yatim.
Dan konflik muncul kartika Mayana yang telah matang menjadi wanita independent terusik kembali akan kisah cinta lama yang menjadi benang merah memulai gejolak perasaan hatinya mulai dipermainkan.
Saat harus mengenang rasa hatinya terhadap dua lelaki bersaudara yang sama-sama mencintainya. Sementara Mayana terpojok dalam kondisi yang membingungkan. Ketika sebentuk cinta tidak bisa dipaksakan, walau salah satu kutub begitu kuat ingin menariknya. Tetapi hati ternyata menolak karena ada kutub berbeda yang malah sebaliknya ingin Mayana raih. Sayangnya dukungan tidak memihak untuk mewujudkan kata hatinya.
Membaca novel Lelaki Kutunggu Lakumu sarat dengan kalimat-kalimat sarat dengan keindahan yang mengurai perjalanan masing-masing individu yang pada akhirnya dipertemukan dengan laku tanpa kata ketika gerimis dan hati sudah berpasrah sepenuhnya kepada-Nya.
Dalam perjalanannya sang Indera Cicip yang sangat tertutup sempat menjatuhkan hati pada wanita tetapi ternyata Yuni memilih lelaki lain seorang mualaf. Sedangkan Arif adik dari Mas Indera yang juga memendam rasa yang sama bagaimana mencoba membuka hatinya untuk wanita lain terurai dengan manis dan lembut.
Beberapa kejadian yang sesaat akhirnya mempertemukan mereka kembali setelah sepenggal-sepenggal kisah yang mereka lewati dalam perjalanan hidup. Mayana tetap gadis tomboy yang tegar dalam jejaknya. Semua terselesaikan dengan diam saat laku lelaki dinanti dalam hati yang terpaut dalam makna masing-masing tanpa terungkap dalam aksara. Saat kemantapan menjadi rahasia-Nya dan mereka lewati dengan pasrah.
Langit bagaimana akan kueja asmara …Jika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasa…bagaimana aku harus menakar hati…jika hatinyapun tak pernah pasti…llau sepi selalu saja mengajakku berbagi…menyudutkanku pada gerilya mimpi yang bertuan…sendiriku kembali (hal 162-163)

Novel menarik, indah untuk dinikmati. Kolaborasi yang sangat cantik.
by Nenny M