Sabtu, 24 Agustus 2013

Resensi Lelaki Kutunggu Lelakumu

Judul :  Lelaki Kutunggu Lakumu
Penulis : Dian Nafi & Endang SSN
Penerbit : Hasfa Publishing
Tebal : 169 hal
ISBN : 978-602-7693-04-3
Sinopsis :
Membaca cerita hasil kolaborasi dua penulis wanita yang keren banget mbak Dian Nafi dan mbak Endang SSN dalam kisah cinta Mayana, seorang single parents yang ditinggal pasangan hidupnya yang mengalami kecelakaan benar-benar menyentuh kalbu saya sebagai seorang wanita.
Waalu dalam kondisi yang sepertinya sarat dengan kesedihan bagaimana harus struggle-nya Mayana untuk menghidupi dua buah hatinya, apabila kita rasakan dalam nyata pastilah sangat berat menjalani kehidupan saat anak-anak butuh kasih sayang seorang ayah tapi harus menjadi yatim.
Dan konflik muncul kartika Mayana yang telah matang menjadi wanita independent terusik kembali akan kisah cinta lama yang menjadi benang merah memulai gejolak perasaan hatinya mulai dipermainkan.
Saat harus mengenang rasa hatinya terhadap dua lelaki bersaudara yang sama-sama mencintainya. Sementara Mayana terpojok dalam kondisi yang membingungkan. Ketika sebentuk cinta tidak bisa dipaksakan, walau salah satu kutub begitu kuat ingin menariknya. Tetapi hati ternyata menolak karena ada kutub berbeda yang malah sebaliknya ingin Mayana raih. Sayangnya dukungan tidak memihak untuk mewujudkan kata hatinya.
Membaca novel Lelaki Kutunggu Lakumu sarat dengan kalimat-kalimat sarat dengan keindahan yang mengurai perjalanan masing-masing individu yang pada akhirnya dipertemukan dengan laku tanpa kata ketika gerimis dan hati sudah berpasrah sepenuhnya kepada-Nya.
Dalam perjalanannya sang Indera Cicip yang sangat tertutup sempat menjatuhkan hati pada wanita tetapi ternyata Yuni memilih lelaki lain seorang mualaf. Sedangkan Arif adik dari Mas Indera yang juga memendam rasa yang sama bagaimana mencoba membuka hatinya untuk wanita lain terurai dengan manis dan lembut.
Beberapa kejadian yang sesaat akhirnya mempertemukan mereka kembali setelah sepenggal-sepenggal kisah yang mereka lewati dalam perjalanan hidup. Mayana tetap gadis tomboy yang tegar dalam jejaknya. Semua terselesaikan dengan diam saat laku lelaki dinanti dalam hati yang terpaut dalam makna masing-masing tanpa terungkap dalam aksara. Saat kemantapan menjadi rahasia-Nya dan mereka lewati dengan pasrah.
Langit bagaimana akan kueja asmara …Jika membaca rasa saja aku masih tak cukup kuasa…bagaimana aku harus menakar hati…jika hatinyapun tak pernah pasti…llau sepi selalu saja mengajakku berbagi…menyudutkanku pada gerilya mimpi yang bertuan…sendiriku kembali (hal 162-163)

Novel menarik, indah untuk dinikmati. Kolaborasi yang sangat cantik.
by Nenny M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar